Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkap Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sudah menyentuh 108 juta orang sejak diluncurkan pada Februari 2025. Program CKG bagian upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan untuk masyarakat.
"Sejak diluncurkan pada Februari 2025, Program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang. Pada 2025 tercatat 70,2 juta peserta, dan sampai akhir Juni 2026 tercatat 59,5 juta peserta, dengan sebagian warga mengikuti pemeriksaan pada kedua periode," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR 2026 serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Meski cakupan program telah mencapai puluhan juta masyarakat, pemerintah masih ingin meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan tersebut. "Kita menghendaki ini harus lebih baik lagi," ujar Prabowo.
Namun, Prabowo menyoroti masih ada masyarakat yang enggan cek kesehatan karena takut mengetahui penyakitnya. Menurutnya, pemeriksaan penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.
"Tapi ada sementara rakyat kita yang takut cek kesehatan, takut ketahuan sakitnya apa," tutur Prabowo.
Ia bahkan melontarkan candaan kepada anggota DPR RI agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan. "Mungkin anggota DPR RI juga termasuk belum cek kesehatan, rata-rata pasti gulanya pasti tinggi, apalagi orang Jawa Tengah," ungkap Prabowo.
Baca Juga :
Prabowo: Korupsi Curi Masa Depan Anak-Anak Kita Cek Kesehatan Gratis Tersedia di 10.255 Puskesmas Prabowo mengatakan layanan Cek Kesehatan Gratis telah tersedia di 10.255 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi. Pemerintah terus memeratakan fasilitas kesehatan untuk memastikan masyarakat di berbagai wilayah mendapatkan pelayanan yang layak.Beberapa upaya yang dilakukan ialah membangun dan meningkatkan fasilitas 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"(Hingga) hari ini 20 Rumah Sakit Umum Daerah baru yang kita bangun sudah operasional," ujar Prabowo.
Selain memperluas fasilitas kesehatan, pemerintah juga memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Prabowo mengklaim negara telah menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga miskin dan tidak mampu.
"Mungkin JKN kita salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar," ucap Presiden Prabowo.




