Presiden Prabowo Subianto mengatakan anak-anak sejak sekolah dasar (SD) sudah harus mulai diajarkan bahasa asing.
Menurutnya, kemampuan berbahasa asing penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tengah kebutuhan tenaga kerja global.
Prabowo mengatakan pembelajaran bahasa asing nantinya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Dia menilai anak-anak akan lebih cepat menguasai bahasa jika mulai belajar sejak usia dini.
“Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai, kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD,” ujar Prabowo saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Dia mengatakan pembelajaran tersebut bahkan akan dimulai sejak siswa duduk di kelas 1 SD. Pemerintah, kata Prabowo, akan mendorong anak-anak mempelajari sejumlah bahasa asing yang dianggap penting.
“SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting. Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa-bahasa juga Jepang Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” katanya.
Menurut Prabowo, kemampuan anak dalam mempelajari bahasa akan lebih optimal jika dimulai sejak usia di bawah 11 atau 12 tahun. Karena itu, dia ingin anak-anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang baik sejak dini sehingga memiliki kemampuan yang lebih kompetitif ketika memasuki dunia kerja.
“Dari kecil di bawah 11 tahun 12 tahun mereka lebih cepet belajar. Anak-anak kita harus punya akses terhadap pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau sudah mencari lapangan kerja mereka punya kemampuan lebih, mereka bisa diterima kemana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” tuturnya.
Prabowo menilai penguasaan bahasa asing perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kekuatan ekonomi maupun kebutuhan berbagai negara. Dia mencontohkan bahasa Mandarin yang dinilai penting karena China memiliki perekonomian yang dinamis.
Dia juga menyebut bahasa Jepang dan Korea perlu dipelajari karena kedua negara tersebut memiliki perekonomian yang maju. Sementara itu, bahasa Prancis dan Spanyol dinilai memiliki jangkauan penggunaan yang luas karena digunakan di banyak negara.
“Dan kita mengerti sekarang Tiongkok Ekonomi yang paling dinamis tapi Jepang juga maju, Korea juga maju, Prancis juga maju, Spanyol, banyak negara bicara spanyol, banyak negara bicara Prancis, banyak negara bicara bahasa Arab. Kita juga harus belajar bahasa Rusia, mereka kuat di bidang sains dan teknologi,” jelas Prabowo.
Selain bahasa-bahasa tersebut, Prabowo juga menilai bahasa Rusia penting untuk dipelajari karena Rusia memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi.
Prabowo mengaitkan penguasaan bahasa asing dengan peluang tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Dia mengatakan saat ini banyak negara mengalami kekurangan tenaga kerja dan membutuhkan pekerja dari Indonesia.
Menurutnya, dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara, kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia kerap menjadi salah satu pembahasan.
“Saudara-saudara sekarang banyak negara di mancanegara kekurangan tenaga kerja. Setiap pemimpin saya ketemu, bertanya, bisa nggak tenaga kerja dari indonesia,” tuturnya.
“Mereka perlu untuk kerja di bidang pariwisata. Pariwisata ya harus bisa belajar bahasa. Mereka butuh di rumah sakit mereka, mereka butuh perawat, mereka butuh caregiver, harus bisa bahasa,” sambung dia.
Prabowo menilai Indonesia memiliki modal sosial yang baik karena masyarakat Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karakter tersebut, menurutnya, dapat menjadi keunggulan bagi tenaga kerja Indonesia ketika bersaing di pasar kerja internasional.
“Dan orang indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan. Karena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia memperkuat ekonomi indonesia,” kata dia.





