Kapal Motor (KM) Bunda Maria yang melayani rute Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, menuju Pelabuhan Babang, Kabupaten Halmahera Selatan, mengalami insiden kandas di perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (13/8) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIT tersebut sempat memicu kepanikan di antara para penumpang. Dalam sejumlah video amatir yang beredar di media sosial, terdengar tangis dan teriakan penumpang saat kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan kapal mengalami gangguan pada sistem Global Positioning System (GPS) saat berlayar dari Ternate menuju Babang.
"KM Bunda Maria mengalami gangguan pada sistem GPS sehingga kapal kehilangan arah dan akhirnya kandas di perairan Oba. Begitu menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap seluruh penumpang," kata Iwan Ramdani.
Menurut Iwan, kapal tersebut membawa 142 penumpang serta muatan campuran sekitar lima ton. Meski sempat terjebak akibat kondisi air laut surut, seluruh penumpang dipastikan dalam keadaan selamat.
Surutnya air laut dan kondisi malam yang gelap membuat kapal tidak dapat segera kembali ke jalur pelayaran. Warga di sekitar lokasi juga sempat berdatangan untuk memberikan bantuan. Namun, proses evakuasi terkendala kondisi perairan yang tidak memungkinkan.
"Proses evakuasi dan penarikan kapal baru dapat dilakukan setelah air laut mulai pasang. Tim SAR gabungan bersama unsur terkait mengawal proses putar haluan hingga kapal berhasil keluar dari lokasi kandas dengan aman," ujar Iwan.
Setelah menunggu lebih dari tiga jam, KM Bunda Maria akhirnya berhasil diputar haluan dan dikawal menggunakan kapal patroli Basarnas Ternate menuju Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate.
Kapal tiba dengan selamat di Pelabuhan Ahmad Yani sekitar pukul 05.40 WIT, Jumat (14/8). Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.





