Prabowo Buka-bukaan Capaian BUMN, Ini 8 Daftar Lengkapnya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sederet capaian reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mulai dari perampingan jumlah perusahaan, penghematan biaya operasional, hingga peningkatan laba dan dividen.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Berikut CNBC Indonesia telah merangkum sejumlah capaian reformasi BUMN yang disampaikan Prabowo.

1. Sebanyak 290 BUMN Ditutup

Prabowo mengatakan pemerintah menemukan sebanyak 1.074 BUMN ketika membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia.

Jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan perkiraan awal Prabowo yang berkisar 300-400 perusahaan. Sebagian BUMN tersebut bahkan memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan.

Pemerintah kemudian melakukan perampingan terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak produktif.

"Tapi saya dengan bangga saya laporkan kepada Majelis terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN," ujar Prabowo.

Baca: Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun

Pada 31 Desember 2026, pemerintah menargetkan jumlah BUMN tersisa paling banyak 300 perusahaan.

"Sebanyak 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," katanya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa langkah tersebut mungkin menjadi restrukturisasi perusahaan dengan skala terbesar di dunia.

2. Penghematan Tembus Rp50 Triliun

Perampingan jumlah perusahaan telah menghasilkan penghematan biaya operasional atau overhead lebih dari Rp50 triliun.

Penghematan tersebut berasal dari pemangkasan pengeluaran untuk gaji komisaris, penyewaan gedung, perjalanan dinas, dan sejumlah biaya lainnya.

"Dengan perampingan jumlah BUMN, hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun," kata Prabowo.

Baca: Prabowo Ungkap Prestasi Pupuk Indonesia, Laba Naik 252% & Harga Turun

Pemerintah menargetkan penghematan meningkat menjadi Rp70 triliun pada 31 Desember 2026.

Prabowo mengatakan dana puluhan triliun rupiah tersebut dapat dialihkan untuk memperbaiki puskesmas, merenovasi sekolah, dan menyediakan rumah untuk rakyat.

Atas hasil pembenahan tersebut, Prabowo memberikan penghargaan khusus kepada pimpinan Danantara beserta seluruh tim dan jajarannya.

3. Laba PT Timah Capai Rp2,7 Triliun

Prabowo juga menyoroti perbaikan kinerja PT Timah setelah pemerintah menutup 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025.

Dalam enam bulan pertama 2026, keuntungan PT Timah disebut mencapai Rp2,7 triliun atau sembilan kali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Prabowo menyebut angka tersebut setara sekitar 900% dibandingkan periode sebelumnya. Valuasi PT Timah pada Agustus 2026 juga meningkat 280% dibandingkan Agustus 2025.

Selain PT Timah, Prabowo memaparkan peningkatan laba bersih sejumlah BUMN sepanjang enam bulan pertama 2026.

Laba bersih Semen Indonesia naik 408,9%, sedangkan Pupuk Indonesia meningkat 252,8%. Pertamina mencatatkan kenaikan laba sebesar 86%, disusul Pegadaian 84,4%, Pelindo 60,4%, dan PTPN 54,4%.

Kenaikan laba juga terlihat dalam data BUMN yang telah dikumpulkan CNBC Indonesia untuk periode April 2025 hingga April 2026. Data selengkapnya tersaji dalam tabel berikut.

4. Garuda Aktifkan Kembali 20 Pesawat

Prabowo turut mengungkapkan perkembangan perbaikan Garuda Indonesia. Maskapai pelat merah tersebut sebelumnya berada dalam kondisi sulit, dengan puluhan pesawat tidak beroperasi atau grounded.

Hingga Juni 2026, Garuda berhasil mengaktifkan kembali 20 pesawat. Jumlah pesawat yang kembali dioperasikan bertambah menjadi 104 unit.

"Garuda yang rugi sekarang ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak ada perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini sudah untung," kata Prabowo.

5. Total Laba BUMN Tembus Rp326 Triliun

Secara keseluruhan, keuntungan BUMN pada 2025 mencapai Rp326 triliun. Angka tersebut meningkat 75,3% dibandingkan keuntungan pada 2024 yang telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun.

Prabowo menegaskan pencatatan kinerja BUMN harus menggunakan angka yang benar dan tidak boleh disertai permainan dalam laporan keuangan.

Dividen yang disetorkan BUMN sepanjang 2025 mencapai Rp142,3 triliun, meningkat 67% dibandingkan Rp85,5 triliun pada 2024.

Menurut Prabowo, besarnya dividen lebih tepat dihitung secara bersih setelah dikurangi penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN.

Setelah dikurangi PMN, dividen bersih BUMN pada 2024 tercatat sebesar Rp53 triliun. Angkanya kemudian meningkat 160% menjadi Rp138 triliun pada 2025.

Sementara pada 2026, dividen BUMN diproyeksikan mencapai Rp200 triliun tanpa PMN. Jumlah tersebut hampir empat kali lebih besar dibandingkan dividen bersih pada 2024.

6. Danantara Jalankan 26 Proyek Hilirisasi

Keuntungan BUMN turut digunakan untuk membiayai proyek hilirisasi. Melalui Danantara, pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama terhadap 13 proyek pada 6 Februari 2026.

Sebanyak 13 proyek hilirisasi lainnya kembali dimulai pada 29 April 2026. Dengan demikian, terdapat 26 proyek hilirisasi yang telah memasuki tahap groundbreaking.

Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengolahan alumina menjadi aluminium.

Pemerintah juga mulai mengembangkan sejumlah proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy.

Selain membangun proyek di dalam negeri, pemerintah menggunakan keuntungan BUMN untuk mengakuisisi perusahaan di luar negeri. Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh teknologi, kemampuan manajemen, dan akses pasar agar Indonesia semakin terhubung dengan rantai pasok dunia.

7. Bank Emas Kelola 153 Ton Emas

Prabowo juga menyoroti perkembangan Bank Emas Indonesia yang dijalankan melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia.

Bank Emas tersebut telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau setara US$20 miliar.

Pemerintah ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di dalam negeri, tetapi juga disimpan dan diperdagangkan di Indonesia sehingga memberikan nilai tambah lebih besar untuk perekonomian nasional.

8. PT DSI Kelola Devisa Ekspor US$14 Miliar

Capaian lainnya berasal dari PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang mulai beroperasi pada 1 Juni 2026.

Dalam waktu dua bulan dan 13 hari, perusahaan tersebut telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar dari tiga komoditas strategis.

PT DSI juga telah memantau lebih dari 6.500 transaksi ekspor. Dari pengawasan itu, perusahaan menemukan potensi tambahan devisa sebesar US$5 miliar yang berasal dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas, serta pembayaran devisa hasil ekspor.

Ke depan, pengawasan PT DSI akan diperluas ke 50 pelabuhan yang tersebar di 25 provinsi. Perusahaan tersebut juga direncanakan mengelola seluruh komoditas ekspor strategis Indonesia, tidak lagi terbatas pada tiga komoditas.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
[FULL] Analisis Guru Besar FKUI dan Saut Situmorang soal Ekshumasi dan Kejanggalan Kematian Sutrimo
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
2 Unit Kapal Terbakar di Muara Baru, 11 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Pidato Kenegaraan di DPR Besok, Warga Diimbau Cari Jalan Lain Hindari Kepadatan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Kenalkan Joko Purnomo Petani Asal Ngawi di Sidang Tahunan MPR
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.