Roy Suryo Bantah Tudingan Memperlama Praperadilan: "Siapa yang Memperpanjang? Ya Memang Jadwalnya!"

cumicumi.com
2 jam lalu
Cover Berita
































Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, Roy Suryo, angkat bicara menanggapi komentar dari pihak Jokowi yang menudingnya sengaja mengulur-ngulur waktu dengan jadwal sidang yang kembali berlanjut.

Ketika ditemui pasca Sidang perdana praperadilan keempat rampung diselenggarakan, Roy Suryo menegaskan bahwa jadwal sidang yang berjalan saat ini murni mengikuti penetapan hakim tunggal, bukan atas permintaan pihaknya. 

"Banyak sekali komentar, terutama dari para termul yang ngawur, mengatakan ini memperlama. Bahkan mereka hitung, katanya praperadilan harusnya tujuh hari. Teman-teman lihat kan jadwal yang disampaikan oleh hakim tunggal kita, I Ketut Darpawan," ujarnya kepada awak media, Jumat (14/08/2026)

Seperti diketahui, Ia menjelaskan bahwa jeda antarsidang terjadi karena berbenturan dengan dua agenda nasional dalam dua pekan ke depan.

"Praperadilan mulai dari hari ini, kapan putusannya? Nanti! Karena ada dua acara besar pada minggu depan dan minggu depannya lagi. Yang pertama adalah hari Senin, upacara peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia," katanya.

Roy turut menyinggung soal semangat kemerdekaan di tengah proses hukum yang tengah dijalaninya.

"Meskipun sebagian orang menyatakan kita belum merdeka, tapi kita ingin merdeka dengan praperadilan ini. Itulah jadi tidak mungkin menabrak hari Senin, makanya diundur hari Selasa," ujarnya.

Ia melanjutkan, sidang juga tidak bisa digelar sepekan setelahnya karena berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi.

"Kemudian kenapa tidak langsung seminggu depannya lagi? Karena ada peringatan Maulid Nabi. Kan tidak mungkin kita mengadakan sidang pada hari Selasa dan Seninnya, makanya Rabu," jelasnya.

Roy pun mempertanyakan balik pihak-pihak yang menudingnya memperlambat proses hukum, dengan menyebut jadwal tersebut merupakan ketetapan, bukan keinginan pribadinya.

"Siapa yang memperpanjang? Ya memang jadwalnya! Masa kita mau protes sama pendiri Republik ini, 'jangan 17 Agustus dong hari kemerdekaannya!'" tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan pihaknya tetap patuh pada jadwal yang telah ditetapkan majelis.

"Jadi kita patuh mengikuti jadwal yang ada," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPD Soroti Penyesuaian Dana Transfer ke Daerah, Minta Layanan Dasar Tetap Jadi Prioritas
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun hingga Semester I 2026, Optimistis Lampaui Target Rp3,5 Triliun
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Mengenal Desil 1-10, Cara Pemerintah Menilai Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Pria di Pelalawan Rekayasa Pembunuhan Wanita Seakan Korban Bunuh Diri
• 1 jam laludetik.com
thumb
Transfer Ferran Torres ke PSG Segera Rampung, Barcelona Hadapi Krisis Lini Depan
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.