Jakarta (ANTARA) - Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menilai bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didorong oleh pelaku pasar yang merespons positif Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengatakan pelaku pasar merespons positif laporan atas perkembangan Indonesia, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, serta peluang-peluang pertumbuhan dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Berarti kan market merespons positif atas laporan dari Pak Presiden (Prabowo) atas perkembangan Indonesia, pertumbuhan ekonomi, stabilitas yang ada, dan opportunity-opportunity dari pemerintahan Beliau (Presiden Prabowo),” ujar Irvan diwawancarai cegat di Gedung BEI Jakarta, Jumat.
Seiring dengan itu, BEI menyambut baik peluang-peluang pertumbuhan ekonomi nasional tersebut, yang dapat menjadi landasan bagi pasar modal Indonesia untuk terus bertumbuh dan berkembang ke depan.
“Kita sangat positif melihat itu, karena InsyaAllah ini menjadi landasan yang baik bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang,” ujar Irvan.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, Ia mengatakan akan mendorong pertumbuhan perusahaan tercatat (emiten) dan akan berdampak terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia.
“Kalau pertumbuhan ekonomi baik, perusahaan tercatatnya tumbuh dengan baik, labanya tumbuh, pasti pasar modalnya juga akan tumbuh, karena kondisi dari si perusahaan tercatatnya juga akan semakin baik,” ujar Irvan.
Baca juga: IHSG menguat, pengamat nilai pidato Presiden pacu minat beli investor
Baca juga: Danantara sebut porsi kepemilikan akan pertimbangkan valuasi BEI
Dengan emiten dan pasar modal yang tumbuh, Ia mengatakan pertumbuhan itu akan mendorong pasar modal Indonesia menjadi tujuan investasi oleh para investor asing maupun domestik
“Sehingga semakin investable dan saya yakin dengan pertumbuhan yang baik, stabilitas dalam negeri yang baik. Ini akan menjadi poin plus bagi negara kita untuk menahan investasi asing dan juga pasti para investor lokal akan semakin nyaman untuk bertransaksi dan menguntungkan,” ujar Irvan.
Pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 dan Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pembangunan, melainkan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga melaporkan realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja, serta optimistis dengan kebijakan yang tepat dan rasional maka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai angka 6 persen.
"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," ujar Presiden Prabowo.
Baca juga: BEI pastikan terus jalin komunikasi dengan MSCI usai tinjauan Agustus
Baca juga: BEI siap lakukan private placement hingga IPO guna investor baru masuk
Ia mengatakan pelaku pasar merespons positif laporan atas perkembangan Indonesia, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, serta peluang-peluang pertumbuhan dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Berarti kan market merespons positif atas laporan dari Pak Presiden (Prabowo) atas perkembangan Indonesia, pertumbuhan ekonomi, stabilitas yang ada, dan opportunity-opportunity dari pemerintahan Beliau (Presiden Prabowo),” ujar Irvan diwawancarai cegat di Gedung BEI Jakarta, Jumat.
Seiring dengan itu, BEI menyambut baik peluang-peluang pertumbuhan ekonomi nasional tersebut, yang dapat menjadi landasan bagi pasar modal Indonesia untuk terus bertumbuh dan berkembang ke depan.
“Kita sangat positif melihat itu, karena InsyaAllah ini menjadi landasan yang baik bagi kita untuk bertumbuh dan berkembang,” ujar Irvan.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, Ia mengatakan akan mendorong pertumbuhan perusahaan tercatat (emiten) dan akan berdampak terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia.
“Kalau pertumbuhan ekonomi baik, perusahaan tercatatnya tumbuh dengan baik, labanya tumbuh, pasti pasar modalnya juga akan tumbuh, karena kondisi dari si perusahaan tercatatnya juga akan semakin baik,” ujar Irvan.
Baca juga: IHSG menguat, pengamat nilai pidato Presiden pacu minat beli investor
Baca juga: Danantara sebut porsi kepemilikan akan pertimbangkan valuasi BEI
Dengan emiten dan pasar modal yang tumbuh, Ia mengatakan pertumbuhan itu akan mendorong pasar modal Indonesia menjadi tujuan investasi oleh para investor asing maupun domestik
“Sehingga semakin investable dan saya yakin dengan pertumbuhan yang baik, stabilitas dalam negeri yang baik. Ini akan menjadi poin plus bagi negara kita untuk menahan investasi asing dan juga pasti para investor lokal akan semakin nyaman untuk bertransaksi dan menguntungkan,” ujar Irvan.
Pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 dan Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pembangunan, melainkan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga melaporkan realisasi investasi Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja, serta optimistis dengan kebijakan yang tepat dan rasional maka pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai angka 6 persen.
"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen," ujar Presiden Prabowo.
Baca juga: BEI pastikan terus jalin komunikasi dengan MSCI usai tinjauan Agustus
Baca juga: BEI siap lakukan private placement hingga IPO guna investor baru masuk





