Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF). Nantinya, bagian dari Danantara itu akan membiayai berbagai proyek strategis jangka panjang yang penting untuk negara.
Adapun beberapa contoh proyek yang akan dibiayai oleh DDMF itu adalah mobil nasional, motor nasional sampai tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW).
“DDMF adalah instrumen yang mengembangkan dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi indonesia tapi belum dapat kita biayai dengan investasi komersial jangka pendek dan juga kita hindari harus dibiayai oleh APBN,” kata Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan 2027 di Gedung Parlemen, Jumat (14/8).
Adapun untuk saat ini, proyek motor listrik nasional sudah diluncurkan. Sementara itu, proyek mobil nasional akan mulai diproduksi secara massal pada akhir 2028.
“Melalui DDMF dana kedaulatan indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional. Sebagai contoh pada proyek mobil nasional, kita rencanakan kita produksi secara massal di akhir tahun 2028, fasilitas sudah dibangun di daerah subang, proyek motor nasional juga telah kita luncurkan, ekosistem motor nasional sudah bekerja, dua perusahaan swasta besar telah bekerja, dua BUMN juga telah produksi motor listrik,” ujarnya.
Sementara untuk GSW, Prabowo menjelaskan proyek tersebut memang sangat penting dan tak harus menunggu bencana datang terlebih dahulu. Ia mencontoh Belanda yang kini sudah memiliki tanggul laut serupa, maka dari itu, Prabowo ingin pembangunan GSW dilakukan segera.
“GSW di Belanda kini melindungi jutaan penduduk belanda dan menjadi simbol teknologi nasional belanja. gsw di pantura harus kita bangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi warga pantai utara Jawa,” kata Prabowo.
Adapun pembangunan nantinya dibagi dengan 15 segmen dan membutuhkan sekitar waktu 20 tahun. Meski cukup lama, Prabowo berkomitmen untuk segera memulai pembangunan GSW. Hal ini karena kawasan Pantai Utara Jawa merupakan lokasi dari banyak kawasan industri.
“Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura dan kita harus ingat berapa persen industri kita ada di kawasan-kawasan pantai utara, mulai dari Jawa Barat sampai Jawa Timur,” ujarnya.





