AKPRIND University Bantu Peternak Bantul Ubah Limbah Jadi Biogas

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL – AKPRIND University menerapkan teknologi pengelolaan limbah dan manajemen berbasis teknologi informasi di Kelompok Ternak Reja Mulya, Padukuhan Pandes, Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut mencakup pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas, penggunaan mesin perajang rumput, serta digitalisasi pengelolaan kelompok.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan tim dosen AKPRIND University. Program dipimpin Suraya sebagai ketua pelaksana bersama Indri Purwanti dan Taufiq Hidayat sebagai anggota tim.

Baca Juga
  • Biogas Berpotensi Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan di Pedesaan

Suraya mengatakan, limbah peternakan memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

“Limbah ternak tidak seharusnya menjadi persoalan bagi peternak. Melalui teknologi biogas, limbah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian, peternak tidak hanya memperoleh lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga dapat menghemat biaya energi,” ujar Suraya dalam keterangan yang diterima pada Jumat (14/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Selain instalasi biogas, tim PkM memperkenalkan mesin perajang rumput untuk membantu peternak menyiapkan pakan. Mesin tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencacahan dan menghasilkan ukuran rumput yang lebih seragam.

“Selama ini sebagian besar peternak masih mencacah rumput secara manual. Kehadiran mesin perajang mampu mempercepat proses penyediaan pakan, menghemat tenaga, dan meningkatkan produktivitas peternak. Teknologi sederhana seperti ini akan sangat membantu kegiatan usaha peternakan sehari-hari,” tambah Suraya.

AKPRIND University membantu peternak di Bantul mengolah limbah menjadi biogas. - (Ist)

Program tersebut juga mencakup penerapan sistem manajemen kelompok berbasis teknologi informasi. Sistem ini digunakan untuk membantu pencatatan data anggota, populasi ternak, produksi, administrasi, hingga penyusunan laporan kegiatan.

Indri Purwanti mengatakan, pengelolaan data menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam pengembangan kelompok ternak.

“Kelompok ternak saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Administrasi dan pengelolaan data juga harus tertata dengan baik. Melalui sistem berbasis teknologi informasi, pengurus akan lebih mudah melakukan pencatatan, monitoring, serta menyusun laporan yang dibutuhkan untuk pengembangan kelompok,” jelas Indri Purwanti.

Taufiq Hidayat menekankan, penerapan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar peralatan yang diberikan dapat digunakan dan dirawat secara mandiri.

“Peralatan yang baik harus diikuti dengan kemampuan pengguna. Karena itu kami tidak hanya menyerahkan teknologi, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung agar anggota kelompok mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri,” ujarnya.

Ketua Kelompok Ternak Reja Mulya, Slamet Riyanto, mengatakan pendampingan tersebut membantu kelompok menangani sejumlah kebutuhan dalam kegiatan peternakan.

“Biogas membantu kami memanfaatkan limbah ternak menjadi energi yang berguna, mesin perajang membuat penyediaan pakan menjadi lebih cepat dan ringan, sedangkan sistem manajemen berbasis teknologi informasi membantu administrasi kelompok menjadi lebih tertib,” katanya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi diterapkan secara langsung di masyarakat.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megawati Soekarnoputri Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Dorong Cadangan Emas BI, Optimalkan 3.600 Ton Emas Tambang RI Jadi Stabilizer Ekonomi
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Aziz Padurasta Lantunkan Reggae lewat Ingin Setia, Gandeng Gitaris Tipe-X
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya: Penerimaan Bea Keluar Emas Hampir Nol, Penyelundupan Masih Marak
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo: Saya Gembira, Sekarang Tidak Ada Lagi Anggaran Ulang Tahun Kementerian
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.