Polda NTB dukung pengembangan wisata hijau di KEK Mandalika 

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Lombok Tengah (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan gerakan penghijauan dengan penanaman pohon di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika dalam rangka mendukung pengembangan pariwisata hijau dan menjaga kelestarian lingkungan kawasan.

"Jumlah bibit pohon yang ditanam ini sebanyak 1.000 pohon," kata Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja usai melakukan kegiatan penanaman pohon secara simbolis di kawasan Bukit 360 Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan penanaman di kawasan bukit 360 sirkuit ini menjadi pusat gerakan penghijauan yang juga dilakukan serentak oleh 10 Polres jajaran di wilayah NTB.

Baca juga: ITDC optimalkan aktivitas wisata berbasis Budaya di KEK Mandalika

"Penanaman pohon ini dilaksanakan secara serentak di semua Polres dan dilaksanakan secara rutin ke depannya," katanya.

Ia mengatakan tujuan kegiatan penghijauan ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung pengembangan pariwisata dan mengantisipasi dampak alih fungsi lahan, seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

"Penanaman pohon ini sebagai langkah mitigasi dalam menghadapi perubahan iklim, pemanasan global maupun kerusakan hutan yang memicu banjir dan kekeringan. Penanaman pohon ini peting dilaksanakan agar bermanfaat bagi generasi penerus ke depannya," katanya.

Ia mengatakan KEK Mandalika telah ditetapkan pemerintah menjadi program pariwisata skala prioritas dan merupakan destinasi wisata internasional dengan adanya agenda balap ajang MotoGP Indonesia maupun acara nasional lainnya.

"Isu lingkungan menjadi perhatian semua pihak, sehingga melalui gerakan penghijauan ini Mandalika tetap menjadi tujuan wisata global ke depannya," katanya.

Baca juga: InJourney menyatakan Mandalika siap sambut MotoGP 2026

Baca juga: Wamenpora dukung pengembangan wisata olahraga di Mandalika

Oleh karena itu, pohon yang ditanam di kawasan ini merupakan pohon yang bisa menyerap air, seperti pohon beringin, terembesi, pohon asam dan jenis pohon yang berkayu lainnya serta pohon bakau. Pohon yang ditanam ini yang dapat mengikat air, sehingga bisa mendukung kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Ia mengatakan untuk pemeliharaan terhadap pohon yang telah ditanam tersebut tetap disiram secara rutin, sehingga bibit pohon yang ditanam itu bisa tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Pemeliharaan tetap dilakukan secara rutin," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan melakukan penanaman pohon secara mandiri dalam rangka mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang terjadi. "Kami berharap masyarakat tetap menjaga kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
HUT ke-81 RI, Makassar Gelar Perayaan Merakyat
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Megawati Soekarnoputri Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pria di Pelalawan Rekayasa Pembunuhan Wanita Seakan Korban Bunuh Diri
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah berupaya memastikan keamanan digitalisasi Perlinsos
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Piala Super Spanyol 2027 akan digelar di Istanbul, Turki
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.