Prabowo Perluas Digitalisasi Sekolah, Kini Ruang Kelas Indonesia Makin Modern

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Prabowo Subianto memperluas agenda digitalisasi pendidikan dengan menambah tiga Papan Interaktif Digital (PID) di setiap sekolah di Indonesia. Kebijakan ini menjadi kelanjutan dari distribusi satu perangkat PID yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya.

Jika target tersebut terealisasi, setiap sekolah nantinya memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi perangkat pembelajaran digital. Pemerintah menargetkan tiga perangkat tambahan tersebut mulai tersedia hingga akhir Desember 2026.

Baca Juga :
Prabowo Usul LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah: Kita Hentikan APBN Dipakai Beli Barang yang Sama
Presiden Prabowo Targetkan Lifting Minyak Capai 610 Ribu per Barel pada 2027

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

“Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31 (2026) kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah,” ujar Prabowo, dikutip VIVA Jum'at, 14 Agustus 2026.

Setiap Sekolah Ditargetkan Punya Empat Ruang Kelas Digital

Ilustrasi ruang kelas/sekolah
Photo :
  • Pixabay/WOKANDAPIX

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah mendistribusikan satu layar interaktif ke sekolah-sekolah.

Program tersebut kini diperluas dengan penambahan tiga perangkat. Artinya, apabila distribusi berjalan sesuai target, satu sekolah akan memiliki empat ruang kelas yang dapat menggunakan PID untuk mendukung proses belajar mengajar.

Perluasan ini diharapkan membuat pemanfaatan teknologi tidak hanya terpusat pada satu ruang kelas.

Guru Mendapat Akses Materi Lebih Luas

Menurut Prabowo, digitalisasi tersebut bukan sekadar menyediakan perangkat keras di sekolah.

PID akan digunakan untuk memperluas akses guru dan siswa terhadap kurikulum serta berbagai konten pembelajaran. Materi yang tersedia tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dapat mencakup sumber pendidikan dari luar negeri.

“Guru-guru kita dimanapun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten. Di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulangi pelajaran,” ucapnya.

Dengan akses tersebut, guru di berbagai daerah diharapkan memiliki lebih banyak referensi ketika menyampaikan pelajaran.

Teknologi juga memungkinkan materi tertentu ditampilkan kembali ketika siswa membutuhkan penjelasan tambahan.

Siswa Bisa Mengulang Materi yang Belum Dipahami

Salah satu keunggulan pembelajaran digital yang disoroti pemerintah adalah fleksibilitas.

Siswa tidak harus langsung memahami materi dalam satu kali pembelajaran. Materi dapat dipelajari kembali beberapa kali sehingga siswa memiliki kesempatan untuk memperkuat pemahaman terhadap pelajaran yang dianggap sulit.

Baca Juga :
Prabowo Buka Jalan bagi Ilmuwan, Dokter, Ahli AI, Atlet, hingga Seniman untuk Bisa Dapat Kewarganegaraan Ganda
Prabowo Minta Warga Jujur Isi Data Sensus 2026, Ini Alasannya
Prabowo Dorong Kewarganegaraan Ganda Terbatas, Ini Syarat dan Kelompok yang Berpotensi Mendapatkannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Partai Perindo Gelar Bimtek untuk Kader Muda dan Saksi DPW Jakarta, Dorong Anak Muda Beri Kontribusi Nyata
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Transformasi Emas di Era AI, Menjangkau Masyarakat SulSelBarRa dan Maluku Lewat Gold Experience Pegadaian
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Momen Ahmad Dhani Datang 'Mepet' saat Sidang Tahunan MPR Mau Dimulai
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Perputaran Ekonomi Makassar Half Marathon 2026 Capai Rp55 Miliar
• 7 jam lalucelebesmedia.id
thumb
7 Ribu Personel Gabungan Disiagakan untuk Amankan Peringatan HUT ke-81 RI di Papua
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.