WVI Dorong Penguatan Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis Anak

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Indonesia menyelenggarakan Seminar Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak guna mendukung hak dasar anak atas pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya. 

Kegiatan ini menghadirkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Agama, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), akademisi, hingga perwakilan remaja untuk membedah temuan program CKG Anak serta merumuskan rekomendasi kebijakan lanjutan bagi pemerintah.

Beberapa temuan utama dari data CKG Anak menjadi perhatian, di antaranya sekitar 95 persen balita yang terdeteksi berisiko Tuberkulosis (TB) belum menjalani tes konfirmasi. Selain itu, adanya tren peningkatan tekanan darah pada kelompok usia anak dan remaja.

Baca Juga :

Indonesia Catat Terobosan Penanganan Gagal Jantung dengan LVAD Terkecil Dunia
Temuan lainnya, indikasi cemas dan depresi pada siswa SMP dan SMA yang membutuhkan penanganan khusus, kasus gigi berlubang (karies) yang menyentuh angka 100 persen pada jenjang SMP dan SMA. Selanjutnya, angka anemia yang masih tinggi pada remaja putra maupun putri sebagai indikasi program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) belum berjalan maksimal.

Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora mengatakan pihaknya berkomitmen mewujudkan kualitas hidup anak Indonesia yang lebih baik. WVI melihat CKG sebagai langkah yang sangat penting karena untuk pertama kalinya tersedia data kesehatan anak dalam skala yang sangat besar yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat.

"Langkah selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah memastikan anak yang teridentifikasi memiliki faktor risiko dapat memperoleh tindak lanjut yang sesuai," ujar Angelina dalam keterangan tertulis, Jumat, 14 Agustus 2026.

Seminar Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis (CKG). Istimewa.

Selama Februari 2025 hingga Februari 2026, program CKG anak berhasil mendaftarkan 23.526.127 anak dari berbagai kelompok usia, mulai dari baduta hingga remaja SMA. Meski angka pendaftaran tergolong masif, hasil analisis data CKG menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara jumlah anak yang terdaftar dan jumlah anak yang menjalani pemeriksaan dasar secara lengkap. 

Selain itu, manfaat deteksi dini juga belum optimal karena tata kelola medis lanjutan setelah proses screening masih minim.

Pemenuhan hak atas kesehatan anak merupakan bagian yang mendasar dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Penguatan tindak lanjut CKG Anak juga sejalan dengan upaya pencapaian visi Indonesia Emas 2045 serta Asta Cita ke-4 yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan produktif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Tifa Bantah Mangkir Sidang Dakwaan di PN Jakarta Timur
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Sekjen Parpol Koalisi Berkumpul, Puan Akan Tanya Isi Pembicaraanya
• 21 menit laludetik.com
thumb
APHI dan GAPKI Imbau Anggota Perkuat Pencegahan Karhutla
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Jaksa Sebut Praperadilan Lodewyk Pusung Lampaui Kewenangan Hakim Praperadilan
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Gun Gun-Jubir Gerindra Astrio Feligent Bahas Pidato Kenegaraan Prabowo di Sidang Tahunan MPR/DPR
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.