Puji Pidato Prabowo, Anggota MPR Sebut Pemerintah Tengah Bangun Fondasi

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr KH Maman Imanulhaq mengapresiasi pidato laporan kinerja lembaga-lembaga negara yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. Menurut Maman, pidato Prabowo memberikan gambaran bahwa pemerintah tengah membangun fondasi untuk agenda pembangunan jangka panjang.

Sejumlah capaian patut diapresiasi, namun tantangan yang dihadapi pemerintah juga masih besar, terutama terkait daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, serta efektivitas berbagai program pemerintah.

"Ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya bukan panjangnya daftar capaian, tetapi seberapa nyata kesejahteraan dan rasa keadilan dirasakan rakyat," ujar Maman, Jumat (14/8/2026).

Maman menilai pidato laporan kinerja Prabowo cukup kuat karena menunjukkan arah pemerintahan yang jelas, mulai dari menjaga stabilitas, melanjutkan pembangunan, hingga menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Yang penting adalah memastikan seluruh jajaran birokrasi menjaga konsistensi antara visi, kebijakan, dan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat," urai Maman.

Maman juga mengapresiasi sikap Prabowo yang tetap tenang menghadapi berbagai kritik terhadap pemerintahannya yang banyak beredar di media sosial (medsos). Menurut Maman, keteguhan tersebut menunjukkan sikap kepemimpinan yang tidak mudah terpengaruh oleh dinamika opini publik.

"Presiden tidak boleh menjadikan opini media sosial sebagai satu-satunya ukuran dalam mengambil kebijakan. Kritik harus didengar, tetapi keputusan negara harus berpijak pada data, kepentingan rakyat, konstitusi, dan visi jangka panjang," tegas Maman.

Terkait gaya penyampaian pidato Prabowo yang dinilai lebih textbook dan minim improvisasi, Maman memandang hal tersebut sebagai pilihan komunikasi politik. Menurut Maman, pidato kenegaraan memang membutuhkan ketepatan pesan, kehati-hatian, dan konsistensi dalam menyampaikan arah kebijakan pemerintah.

"Namun, ke depan akan lebih kuat jika ketegasan substansi berpadu dengan sentuhan personal dan improvisasi, sehingga pesan Presiden terasa lebih dekat dengan emosi dan pengalaman rakyat," pungkasnya.




(akn/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Pemberantasan Korupsi Harus Tanpa Pandang Bulu
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Formasi Pertahanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tetap Solid jika Jay Idzes Masih Absen karena Cedera Tumit
• 8 jam lalubola.com
thumb
Indrajaya Sambut Tiga Skema Pemerintah untuk Atasi Tunggakan Gaji PPPK di Daerah
• 13 jam lalupantau.com
thumb
SD Inpres Bertingkat Labuang Baji Makassar Galang Bantuan untuk Korban Musibah Kebakaran Jalan Kandea
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Komisi III DPR Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA, Segera Dibawa ke Rapat Paripurna
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.