Jakarta, tvOnenews.com - Integritas penyelenggaraan Piala AFF 2026 kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pengaturan skor yang melibatkan sejumlah anggota Timnas Laos. Kasus tersebut mencuat hanya beberapa hari setelah kontroversi kepemimpinan wasit dalam laga Timnas Indonesia kontra Singapura.
Federasi Sepak Bola Laos (LFF) bahkan telah meminta kepolisian setempat menyelidiki dugaan match-fixing, suap, dan perjudian ilegal. Sejumlah anggota Timnas Laos disebut masuk dalam radar pemeriksaan terkait kasus tersebut.
Namun, dugaan itu masih berada dalam tahap penyelidikan. LFF belum menyatakan adanya pemain tertentu yang terbukti melakukan tindak pidana, sementara identitas pihak-pihak yang diperiksa juga belum diumumkan.
Karena itu, seluruh dugaan tersebut masih harus disikapi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Meski demikian, munculnya kasus ini tetap menjadi perhatian serius bagi sepak bola kawasan Asia Tenggara.
- Lao Football Federation
Pasalnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut internal sepak bola Laos. Kasus ini juga berpotensi menjadi ujian bagi ASEAN Football Federation (AFF) dalam menjaga kredibilitas dan integritas Piala AFF 2026.
Dugaan tersebut mencuat setelah Laos mengakhiri perjalanan mereka di fase grup dengan catatan buruk. Laos menelan empat kekalahan beruntun saat menghadapi Thailand, Malaysia, Filipina, dan Myanmar.
Laos dihajar Thailand dengan skor 0-5 pada 25 Juli. Empat hari kemudian, mereka kembali menelan kekalahan telak 0-4 dari Malaysia.
Kekalahan besar kembali dialami Laos ketika menghadapi Filipina pada 1 Agustus. Tim tersebut kemudian menutup fase grup dengan kekalahan 2-7 dari Myanmar pada 4 Agustus.
- Malaysia NT
Rangkaian hasil tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah publik. Meski demikian, skor besar dan kekalahan beruntun tidak dapat dijadikan bukti bahwa sebuah pertandingan telah mengalami pengaturan skor.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai kasus tersebut menjadi tantangan serius bagi AFF. Menurutnya, persoalan integritas kompetisi tidak hanya berkaitan dengan dugaan tindakan di luar lapangan, tetapi juga kualitas pertandingan secara keseluruhan.
"Sorotan terhadap integritas turnamen itu justru bisa melebar ke kualitas pengambilan keputusan di lapangan," ujar Akmal, Jumat (14/8/2026).
Founder Save Our Soccer (SOS) itu kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kontroversi yang terjadi pada pertandingan Timnas Indonesia melawan Singapura. Duel penutup Grup A pada 7 Agustus tersebut dipimpin wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al-Amouri.




