DPR-Pemerintah Rapat Finalisasi Perpres Ojol pada 18 Agustus

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online (ojol) masih akan dilakukan satu kali lagi. DPR akan menggelar rapat bersama pemerintah pada 18 Agustus 2026 untuk memastikan aturan tersebut dapat difinalisasi.

Dasco mengatakan DPR masih ingin memastikan aturan mengenai ojol tidak kembali menimbulkan dinamika setelah ditetapkan.

“Perpres Ojol kita masih ada satu kali lagi dengan pihak pemerintah. Sebagai lembaga pengawas, kami ingin memastikan bahwa produk tersebut tidak juga menimbulkan dinamika lagi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut Dasco, salah satu hal yang masih akan difinalisasi ialah perhitungan pemerintah terkait angkutan yang mengangkut orang dan barang. Namun, dia menyebut pembahasan Perpres Ojol kini sudah mendekati tahap akhir.

“Jadi, masih ada satu kali lagi finalisasi bagaimana pihak pemerintah menghitung angkutan yang mengangkut orang dan barang, begitu. Sedikit lagi,” ujar Dasco.

“Jadi tanggal 18 Agustus akan ada rapat sekali lagi di DPR. Kami mengundang kementerian terkait untuk mempresentasikan finalnya,” lanjut dia.

Dasco mengatakan, DPR kemungkinan akan mengundang aplikator terlebih dahulu sebelum proses finalisasi dilakukan.

“Aplikator mungkin kami akan undang terlebih dahulu, sebelum kemudian finalisasi,” kata Dasco.

Prabowo Sebut Penghasilan Ojol Meningkat

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap dampak kebijakan potongan aplikasi ojek online (ojol) yang telah diterapkan. Menurutnya, dia mendapat laporan bahwa penghasilan pengemudi ojol saat ini meningkat.

Hal itu diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, yang salah satunya mengatur pemotongan komisi aplikator menjadi di bawah 10 persen.

“Dan banyak pengemudi melaporkan penghasilan mereka naik signifikan, ada yang naik dua kali, bahkan ada yang mengatakan dia naik tiga kali,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo menyebut besaran potongan aplikasi terhadap pengemudi ojol kini hanya 8 persen. Dia menyebut kebijakan tersebut sebagai rekomendasi pemerintah.

“Tadinya pengemudi ojol hanya dapat 80 persen dari upaya kerja mereka karena aplikator minta 20 persen. Tapi dengan rekomendasi pemerintah, saya nggak mau sebut intervensi, saya pakai istilah rekomendasi, tapi sebetulnya ya agak intervensi juga. Para pengemudi sekarang mendapatkan 92 persen dari jerih payah mereka,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Harga Pupuk Turun 20%, Produksi Pangan Meningkat
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Shopee Tebar Promo Kemerdekaan, Ada Diskon 81% hingga Voucher Rp17
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Apel Kebangsaan 2026, Kapolres Bogor Gelorakan Gerakan Jaga Rawat Jawa Barat
• 2 jam laludetik.com
thumb
Ketika Wakaf Memasuki Dunia Saham
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pasokan Pertalite di Batam Kembali Normal, Pertamina Tambah Stok hingga 109 Persen Kebutuhan Harian
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.