Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan terakhir.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” kata Prabowo.
Pidato Kenegaraan Presiden itu dinilai menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani seluruh persoalan bangsa. Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F. Umbas mengatakan bahwa apa yang disampaikan Prabowo bukan sekadar paparan capaian pemerintahan, tetapi menunjukkan arah transformasi Indonesia yang mulai diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret.
“Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak ingin berhenti pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan yang selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan yang paling penting, keberpihakan kepada rakyat,” ujar Umbas dalam keterangan tertulis.
Menurut Umbas, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kebijakan transformatif tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat akar rumput dan menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi ABP, pesan yang disampaikan Kepala Negara sangat penting karena pemerintahan Prabowo kini memasuki fase ketika berbagai kebijakan besar harus semakin terasa dampaknya di tingkat akar rumput.
“Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak kebijakan yang dibuat, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat. Dan dampak positif itu mulai dirasakan. Karena itu, ABP akan terus mendukung sekaligus mengawal agar transformasi ini benar-benar sampai ke bawah,” tegas Umbas.
ABP juga menyoroti perhatian Prabowo terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui Makan Bergizi Gratis (MBG), perbaikan sekolah, penguatan ketahanan pangan, serta berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa perbaikan gizi merupakan fondasi pembangunan manusia Indonesia. Prabowo juga menegaskan dirinya tidak ingin anak-anak Indonesia belajar dalam keadaan lapar.
Menurut Umbas, pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi dari kualitas kehidupan rakyat.




