JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Pengelola Investasi Danantara berhasil menjawab berbagai keraguan publik luas dalam pengolahan aset negara secara produktif.
Hal tersebut terlihat dengan adanya sejumlah catatan indikator terjadi penaikan pertumbuhan laba yang signifikan sejak periode pertama didirikan.
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Perampingan BUMN Bisa Hemat Rp70 Triliun hingga Desember 2026
Statistik tersebut dapat dilihat dari Badan Udaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Timah naik 804,7 persen, Pupuk Indonesia nauk 253 persen, Semen Indonesia 196,5 persen, Pengadaian 84,6 persen, Pertanina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.
Selain itu, tercatat pula kisah turnaround dari dua BUMN yang sebelumnya merugi seperti Krakatau Steel dan Kimia Farma. Keduanya kini berhasil membukukan laba.
Meski periode pencatatannya berbeda-beda, arah kinerjanya menunjukkan tren yang sama yakni angka positif.
BACA JUGA:Perang Narasi dan Penegakan Hukum: Menjaga Objektivitas, Transparansi, dan Kepercayaan Publik
Kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto melihat adanya pertumbuhan laba.
Menurutnya, langkah tersebut telah menghasilkan penghematan biaya overhead lebih dari Rp50 triliun.
Penghematan tersebut berasal dari sejumlah komponen biaya, seperti gaji direksi dan komisaris, swa gedung, sea kendaraan serta perjalanan dinas yang kerap dilakukan di perusahaan pelat merah.
"Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya," ucap Prabowo dalam pidato kenegaraan pada sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
BACA JUGA:Perang Narasi dan Penegakan Hukum: Menjaga Objektivitas, Transparansi, dan Kepercayaan Publik
Sementara itu, pengamat Komunikasi Hendri Satrio menyebut peran penting Danantara tak hanya sekadar membangkitkan kinerja BUMN, melainkan telah mengembalikan optimisme publik.
"Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara," kata pria yang akrab disapa Hensat itu, Jukat (14/8/2026).
Perbaikan kinerja BUMN saat ini juga disebut bukan kebetulan, melainkan hasil dari sejumlah perubahan mendasar dalam pengelolaan BUMN di bawah Danantara.
- 1
- 2
- »





