Lima Hektare TPAS Kuningan Dilalap Api, Kebakaran Terus Meluas

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, belum berhasil teratasi. Memasuki hari kedua, Kamis (13/8/2026), lahan yang telah terbakar mencapai sekitar lima hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, munculnya api dan asap dari tumpukan sampah mulai diketahui pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Kobaran api kemudian cepat membesar yang disebabkan tiupan angin kencang dan cuaca kering musim kemarau.

Baca Juga
  • Polisi di Bandung Diterjunkan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Kebakaran TPAS Kuningan Terus Meluas, Lima Hektare Dilalap Api
  • Antisipasi Puncak Kemarau, Pemprov Jabar Siaga Penuh Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Upaya pemadaman pun melibatkan petugas gabungan dari berbagai instansi. Pada hari ini, Kamis (13/8), upaya pemdaman bahkan dilakukan sekitar 200 personil yang dibagi menjadi sejumlah regu di beberapa titik api yang tersebar di sebelah utara dan selatan. 

“Pada hari ini, kami juga melakukan pemantauan dan pengambilan gambar citra drone dan  menggunakan drone thermal untuk pemetaan titik panas/api untuk memudahkan upaya pemadaman,” kata Indra, Kamis (13/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menjelaskan, pemadaman pada hari ini dilakukan mulai pukul 08.30 WIB sampai 17.30 WIB. Selanjutnya, dilanjutkan dengan monitoring mulai pukul 19.00 WIB.

“Area yang terbakar diperkirakan sekitar lima hektare,” jelasnya. Penanganan pemadaman lanjutan akan dilakukan pada Jumat (14/8/2026) dan akan ditetapkan setelah hasil breafing dan evaluasi tim gabungan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Soal Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Bank Sumsel Babel Bekali Mahasiswa Baru Universitas Sriwijaya untuk Siap Hadapi Dunia Kerja
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Gempa M 7 di NTT
• 9 jam laludetik.com
thumb
BNPB: Beberapa Orang Masih Terjebak di Reruntuhan Akibat Gempa 7,7 M di NTT
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
3 Smartwatch Terbaik di Bawah Rp5 Juta 2026, Baterai Awet dan Fitur Kesehatan Lengkap
• 7 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.