Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat pada Senin (17/8) di halaman Gedung Sate yang baru selesai ditata (disatukan dengan Gasibu), sekalian membuka hasil revitalisasi-nya.
Upacara di halaman Gedung Sate itu sekaligus menjadi momen perdana dalam sejarah peringatan HUT RI tingkat Provinsi Jawa Barat, yang kerap kali dilaksanakan di area Lapangan Gasibu Bandung.
Dedi di Bandung, Jumat, menekankan pemindahan lokasi upacara dari Lapangan Gasibu ke halaman Gedung Sate ini dirancang agar latar dokumentasi pengibaran Sang Merah Putih secara estetik menampilkan lansekap Gedung Sate secara utuh.
Baca juga: Kepala Otorita IKN kukuhkan 75 personel Paskibra HUT ke-81 RI
"Ini menjadi yang pertama. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Nah nanti itu tidak akan terjadi lagi," kata Dedi Mulyadi.
Selain perubahan lokasi, Dedi juga merombak total formasi barisan peserta upacara HUT RI kali ini.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, barisan upacara bendera kali ini hanya diisi oleh personel TNI dan Polri demi menjaga ketertiban, kedisiplinan, serta kesakralan prosesi, sementara jajaran Satpol PP dikhususkan untuk defile pasukan.
Sebaliknya, para pegawai ASN dan pelajar tidak dituntut berbaris dalam formasi formal. Masyarakat umum justru diundang hadir secara terbuka untuk menonton dan duduk santai menyaksikan jalannya upacara di halaman Gedung Sate.
Baca juga: Merah Putih sepanjang 2.026 meter bakal dibentangkan di Gunung Dempo
"Upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat. Kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib. Sementara masyarakat bisa duduk-duduk dengan santai untuk menikmati jalannya upacara bendera. Kita melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate. Masyarakat silakan datang untuk menghadiri dan melihat upacaranya," kata Dedi.
Dari sisi penataan infrastruktur Gedung Sate-Gasibu, Dedi memastikan revitalisasi fisik lanskap dan bangunan Gedung Sate telah tuntas, termasuk pengerjaan gerbang dan gapura utama yang ditargetkan rampung pada Minggu (16/8).
Ia mengklaim bahwa pemugaran fisik cagar budaya ikonik Kota Bandung tersebut dilakukan secara cermat berbasis regulasi pelestarian, termasuk penggunaan formula cat khusus berstandar museum.
"Jadi sekarang menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," tutur Dedi, merujuk pada tampilan anyar Gedung Sate yang kini tampak bercat putih terutama bagian pagar.
Baca juga: Indonesia ekspor 1.000 ton beras ke Malaysia jadi kado HUT Ke-81 RI
Upacara di halaman Gedung Sate itu sekaligus menjadi momen perdana dalam sejarah peringatan HUT RI tingkat Provinsi Jawa Barat, yang kerap kali dilaksanakan di area Lapangan Gasibu Bandung.
Dedi di Bandung, Jumat, menekankan pemindahan lokasi upacara dari Lapangan Gasibu ke halaman Gedung Sate ini dirancang agar latar dokumentasi pengibaran Sang Merah Putih secara estetik menampilkan lansekap Gedung Sate secara utuh.
Baca juga: Kepala Otorita IKN kukuhkan 75 personel Paskibra HUT ke-81 RI
"Ini menjadi yang pertama. Selama ini tempat upacara di Lapangan Gasibu. Saat bendera berkibar yang terekam di kamera muncul bangunan hotel bukan Gedung Sate. Nah nanti itu tidak akan terjadi lagi," kata Dedi Mulyadi.
Selain perubahan lokasi, Dedi juga merombak total formasi barisan peserta upacara HUT RI kali ini.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, barisan upacara bendera kali ini hanya diisi oleh personel TNI dan Polri demi menjaga ketertiban, kedisiplinan, serta kesakralan prosesi, sementara jajaran Satpol PP dikhususkan untuk defile pasukan.
Sebaliknya, para pegawai ASN dan pelajar tidak dituntut berbaris dalam formasi formal. Masyarakat umum justru diundang hadir secara terbuka untuk menonton dan duduk santai menyaksikan jalannya upacara di halaman Gedung Sate.
Baca juga: Merah Putih sepanjang 2.026 meter bakal dibentangkan di Gunung Dempo
"Upacara diikuti oleh orang yang biasa upacara. Memiliki ketahanan fisik yang kuat. Kemudian memiliki kemampuan untuk tidak bicara selama upacara sehingga upacaranya bisa berjalan dengan tertib. Sementara masyarakat bisa duduk-duduk dengan santai untuk menikmati jalannya upacara bendera. Kita melaksanakan upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate. Masyarakat silakan datang untuk menghadiri dan melihat upacaranya," kata Dedi.
Dari sisi penataan infrastruktur Gedung Sate-Gasibu, Dedi memastikan revitalisasi fisik lanskap dan bangunan Gedung Sate telah tuntas, termasuk pengerjaan gerbang dan gapura utama yang ditargetkan rampung pada Minggu (16/8).
Ia mengklaim bahwa pemugaran fisik cagar budaya ikonik Kota Bandung tersebut dilakukan secara cermat berbasis regulasi pelestarian, termasuk penggunaan formula cat khusus berstandar museum.
"Jadi sekarang menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya," tutur Dedi, merujuk pada tampilan anyar Gedung Sate yang kini tampak bercat putih terutama bagian pagar.
Baca juga: Indonesia ekspor 1.000 ton beras ke Malaysia jadi kado HUT Ke-81 RI





