Penjelasan Dinkes soal wanita yang bersalin di toilet Puskesmas Tambora

antaranews.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menjelaskan kronologi kasus wanita yang bersalin seorang diri dalam toilet di Puskesmas Tambora, Jakarta Barat, hingga membuang bayinya ke tong sampah.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyebut bahwa awalnya wanita itu datang mau berobat ke puskesmas Tambora.

"Katanya, mengeluh badan panas dan perut mulas-mulas. Tak lama, petugas cleaning service puskesmas mendatangi toilet, dan melihat banyak bercak darah dan mayat bayi," ujar Sahruna di Jakarta, Jumat.

Belum hilang rasa kaget, lanjut Sahruna, keluar seorang perempuan dalam kondisi kaki berdarah.

"Begitu pintu digedor-gedor, keluar seorang cewek dengan kaki berdarah. Begitu ditanya, cewek itu mengakui menggugurkan kandungannya yang diduga hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Cewek itu mengaku tak ingin diketahui kehamilannya," jelasnya.

Melihat kejadian itu, pihak Puskesmas Tambora melaporkan kasus tersebut ke aparat kepolisian. Sementara perempuan yang menggugurkan kandungan dibawa ke RSUD Cengkareng, untuk mendapatkan perawatan.

Dalam kasus tersebut, Sahruna memastikan bahwa tidak ada kesalahan prosedural dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Tambora.

"Bukan karena tidak ada ruang bersalin. Tidak. Karena yang bersangkutan (cewek) itu datang ingin berobat karena mengeluhkan badan panas dan mulas-mulas," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sudin PPAPP Jakarta Barat, Dian Anggraini Susanthy, akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak, bila menghadapi kasus kekerasan atau permasalahan lainnya.

"Kalau butuh pendampingan, yang bersangkutan bisa konseling ke kita. Kami melihat dari sudut pandang perlindungan hak anak dan perempuan," tuturnya, saat menanggapi kasus perempuan yang melahirkan sendiri di toilet Puskesmas Tambora.

Ia menyebut, pihaknya memiliki layanan konseling keluarga bila terdapat permasalahan dalam keluarga. Tujuannya, untuk memberikan pendampingan, mediasi dan perlindungan, terutama perempuan dan anak.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.



Baca juga: Wanita bersalin seorang diri di toilet Puskesmas dan bayi dibuang

Baca juga: Puskesmas Pasar Minggu ungkap kondisi awal bayi dibuang di gerobak

Baca juga: Ibu kandung pembuang bayi di Jakarta Utara ditangkap polisi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Sayur Pembakar Lemak yang Baik Dikonsumsi untuk Hilangkan Perut Buncit
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Respons Investor Asia Positif, Pusat Finansial Internasional Indonesia Siap Digarap
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Janji Beri Insentif Besar Buat Produsen yang Bisa Bikin 1 Juta Molis
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
RAPBN 2027: TKD Naik Jadi Rp735 Triliun
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Pegadaian & Komunitas Ojek Dorong Pengelolaan Keuangan Cerdas Untuk Usaha Makin Kuat
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.