Di Balik Gesture Jokowi ke Prabowo: Ada Isu Suplai dari Hambalang Tak Dirasakan Solo

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini menjadi sorotan usai memberikan acungan jempol kepada Presiden Prabowo Subianto. Gesture singkat tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah dinamika politik antara kelompok yang selama ini diasosiasikan dengan Solo dan Hambalang.

Dikutip Sabtu (15/8/22026) Pengamat Politik Rocky Gerung misalnya melihat hubungan kedua kelompok tersebut tidak selalu berada dalam posisi yang statis. Dinamika politik, perubahan opini publik, serta perkembangan pemerintahan Prabowo dinilai dapat memengaruhi cara masing-masing kelompok menghitung kepentingan politiknya.

Baca Juga: Blak-blakan Kubu Jokowi Merasa Terbantu Abdullah Alkatiri: Larang Dokter Tifa Datang ke Pengadilan

Menurut Rocky, Kubu Prabowo semakin perlu memperhitungkan persepsi masyarakat terhadap figur maupun berbagai isu yang berkembang. Kalkulasi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi hubungan politik dengan kelompok-kelompok yang sebelumnya memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

Dalam situasi semacam itu, ia melihat adanya kemungkinan kelompok yang diasosiasikan dengan kubu lainnya mulai membangun sumber daya politik secara lebih mandiri, salah satunya adalah Jokowi.

Rocky kemudian menggambarkan kondisi tersebut menggunakan analogi hubungan energi antara pusat kekuasaan dan basis politik.

Menurut dia, apabila dukungan atau pengaruh dari lingkungan Prabowo tidak lagi dirasakan secara kuat oleh kelompok yang diasosiasikan dengan Jokowi, maka kelompok tersebut akan terdorong membangun pusat kekuatan sendiri.

“Suplai energi dari Hambalang tidak dirasakan impact-nya di Solo. Karena itu, Solo membangun pusat energi sendiri,” kata Rocky.

Rocky tidak semata-mata melihat persoalan tersebut sebagai pertentangan terbuka antara Jokowi dan Prabowo. Ia melihatnya sebagai proses penyesuaian strategi di antara kelompok-kelompok politik yang memiliki kepentingan berbeda.

Terbaru, ada kejadian unik dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Prabowo diketahui menyampaikan pidato selama hampir dua jam. Seusai turun dari mimbar, ia berjalan menyusuri area sidang dan menyapa sejumlah peserta sebelum menuju deretan tamu naratetama yang ditempati para mantan presiden dan wakil presiden.

Jokowi berada di deretan tersebut bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin.

Ke Jokowi, Prabowo terlihat memberikan gestur hormat. Jokowi kemudian membalasnya. Setelah keduanya menurunkan tangan, ia memberikan acungan jempol kepada Prabowo.

Gesture tersebut berlangsung singkat sebelum sang presiden kembali melanjutkan langkahnya untuk menyapa sejumlah mantan wakil presiden lainnya.

Baca Juga: Pernah Kantongi 27 Juta Suara, Ganjar Pranowo Ungkap Peluangnya Kembali Maju Jadi Capres di 2029

Secara kasatmata, interaksi tersebut memperlihatkan hubungan yang tetap berlangsung secara hangat di ruang publik. Namun, di balik momen simbolis itu terdapat dinamika politik yang sebelumnya banyak diperbincangkan, khususnya mengenai relasi kelompok yang diasosiasikan dengan Jokowi dan Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peristiwa 14 Agustus: Jepang Menyerah kepada Sekutu, Indonesia Bersiap Merdeka
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
93 Sekolah Rakyat Permanen Dibuka, Harapan Baru bagi Anak-Anak Keluarga Tidak Mampu
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
bank bjb dan PERSIB Kolaborasi Satukan Semangat Juara
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gerindra Ungkap Alasan Para Sekjen Partai Koalisi Prabowo Berkumpul
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Lalu Lintas Depan Gedung DPR Sempat Ditutup Saat Prabowo Melintas, Klakson Bersahutan
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.