Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan dan kesehatan mental personel militer di kapal induk USS Abraham Lincoln yang dikerahkan untuk menghadapi Iran. Trump mengatakan bahwa kapal tersebut akan segera digantikan.
Dilansir AFP, Sabtu (15/8/2026), saat ditanya oleh wartawan apakah keluarga para personel merasa khawatir dengan situasi di kapal induk Abraham Lincoln, Trump menjawab, "Tidak, mereka tidak khawatir."
Trump juga menolak anggapan bahwa kapal tersebut, yang kini telah berada di laut selama sembilan bulan, telah dikerahkan terlalu lama.
"Tidak, tidak, tidak, justru belum cukup lama," ujarnya.
Trump membenarkan laporan bahwa Abraham Lincoln dijadwalkan untuk digantikan oleh kapal induk lain, di tengah kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz serta program nuklir negara tersebut.
"Kapal itu sedang bergerak sekarang atau akan segera bergerak, dan akan digantikan oleh kapal lain yang sangat mirip," kata Trump.
Media AS, termasuk publikasi khusus militer, telah mengutip pernyataan sejumlah kerabat awak kapal yang menyebutkan bahwa kondisi kehidupan di Abraham Lincoln telah memburuk. Terdapat pula laporan mengenai beberapa upaya bunuh diri.
Para politisi dari Partai Demokrat mendesak dilakukannya penyelidikan atas situasi tersebut.
USS Abraham Lincoln bertolak dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan, namun kemudian dialihkan rutenya ke Timur Tengah sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Jonathan Schroden, kepala pejabat penelitian di Center for Naval Analyses, mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tempur kapal induk umumnya dirancang untuk masa penugasan enam bulan dengan alasan yang "mencakup kesejahteraan pelaut."
(lir/lir)





