JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah organisasi massa (ormas) beramai-ramai menggelar demo di kantor perwakilan PT Orang Tua (OT) Group, OT Building, Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (14/8/2026).
Demo tersebut digelar imbas kasus challenge hafalan Al Quran berhadiah minuman keras (miras) di booth Newport, salah satu produk miras dari PT OT, dalam festival musik The Sound Project di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/2026).
FBR Gelar Demo Lebih Dulu
Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) menggelar demo lebih dulu di depan OT Building, Jumat pagi.
Baca juga: Kala Anggota DPRD DKI Minta Jalur Sepeda Tak Dihapus, Dorong Penambahan Anggaran Perawatan
KOMPAS.com/Aan Abdau Rizal Massa FBR saat Aksi di Depan Gedung OT Building, Outer Ring Road, Jumat (14/8/2026)
Ketua Korwil FBR Jakarta Barat, Mudjamil Saleh, mengungkapkan, kehadiran ormasnya bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban serta meminta klarifikasi langsung dari pihak manajemen OT.
"Hari ini FBR hadir untuk membela dan menjaga firman-firman Allah yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Tidak ada kata tawar-menawar untuk membela Al-Qur'an," tegas Mudjamil di lokasi aksi.
Di sisi lain, Mudjamil mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang telah menangkap empat pelaku dan menjadikannya sebagai tersangka dalam kasus challenge hafalan Al Quran berhadiah miras.
Pihaknya menyatakan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga tuntas.
FPI dan Jawara Ikut Demo
Demo di depan OT Building kembali berlanjut pada Jumat (14/8/2026) siang. Kali ini demo digelar massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI) DPD DKI Jakarta bersama Jawara, tokoh agama, dan masyarakat.
KOMPAS.com/Aan Abdau Rizal Massa FPI di Depan Gedung OT Building, Jalan Outer Ring Road, Jumat (14/8/2026)
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sejumlah peserta aksi tampak membentangkan dan mengibarkan bendera serta atribut ormas.
Baca juga: Tolak Voting, Warga Desak Tiang Portal di Menteng Dekat Rumah Pejabat Dicabut
Mereka juga menyuarakan shalawat dan takbir serta menyanyikan lagu "Aksi Bela Islam" menggunakan mobil komando yang dilengkapi pengeras suara.
Ketua Tarbiyah FPI Jakarta Barat, Syahrul Ahadi, mengatakan, menjadikan ayat Al-Qur'an sebagai bahan gimik promosi berhadiah bir sangat melukai perasaan umat Islam.
"Ketika Al-Qur'an dijadikan bahan untuk sayembara mendapatkan minuman keras satu botol bir, nah itu sangat tidak pantas, sangat tidak layak. Itu sangat menyakiti hati umat Islam," ujar Syahrul.
OT Group Minta Maaf
Saat didemo, perwakilan manajemen PT OT Group, Direktur Newport Handoko Sasongko, menemui massa dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Izinkan saya memohon maaf kepada seluruh umat muslim atas kegaduhan yang terjadi saat ini", kata Handoko.