Kejar 100 GW PLTS, Prabowo Target Hentikan 13 GW PLTD

disway.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt (GW) dan mempercepat penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada tahun ini.

“Tahun ini, kita akan bangun 30 giga watt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 giga watt pembangkit listrik tenaga diesel. Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sinar matahari yang hampir sepanjang tahun,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pembangunan PLTS berskala besar juga diproyeksikan memberikan efisiensi ekonomi yang signifikan.

BACA JUGA:Prabowo Siapkan Langkah Besar, Indonesia Bakal Punya Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027

Presiden menyebut pembangunan PLTS hingga 100 GW diperkirakan dapat menghemat sedikitnya Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik.

“Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri lagi, dengan 100 gigawatt kebutuhan impor akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa,” kata Presiden.

Sementara terkait agenda elektrifikasi mobilitas rakyat, pemerintah juga mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional dan mengurangi konsumsi BBM.

Presiden pun mengumumkan pemberian insentif bagi perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta unit motor listrik dalam negeri.

BACA JUGA:Prabowo Bentuk PFII, Jakarta dan Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional

“Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus (yaitu) menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.

Setiap kendaraan listrik buatan dalam negeri, menurut Presiden Prabowo, tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga membawa kebermanfaatan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Pertama penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka. Kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk BBM. Bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang. Pengurangan impor energi dan yang sangat penting pekerjaan dan penghasilan bagi anak-anak Indonesia,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendengar Rencana Peringatan Setahun Kematian Affan Kurniawan, Orang Tua Tak Ingin Foto Anaknya Dijadikan Konten
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Bandar Narkoba Kampung Bahari Bos Gendut Ditangkap Saat Akan Jalani Tindakan Sedot Lemak
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Abdul Mu’ti Pastikan Pemerintah Mulai Perbarui Buku Ajar, Muatan STEM dan Pendidikan Karakter Diperkuat
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Charles Honoris Sebut Kasus Keracunan MBG Hampir Terjadi Tiap Hari, Soroti Kepemimpinan Sudaryono
• 22 jam laludisway.id
thumb
BNPB Ungkap Kondisi Terkini Usai Gempa M 7,7 Guncang NTT
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.