Gempa NTT, SAR Maumere: 1 Warga Sikka Tertimpa Reruntuhan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, memakan korban jiwa. Guncangan keras di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka, mengakibatkan satu orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.

"Terkait dengan korban yang satu, memang prosesnya adalah tertimbun keruntuhan. Sehingga menggunakan alat estrikasi untuk proses evakuasi terhadap satu korban yang meninggal," ujar Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dalam Breaking News Metro TV, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Baca Juga :

BMKG Catat 37 Gempa Susulan di NTT, BMKG: Diprediksi Berminggu-Minggu
Ia menyebutkan bahwa korban meninggal tersebut berlokasi di Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, atas nama Meliana Meno (54), berjenis kelamin perempuan. Selain korban jiwa, ia mengonfirmasi adanya korban luka akibat gempa tersebut.

"Kalau untuk yang luka memang tidak begitu parah. Dan tetapi masih di proses lebih lanjut itu ditangani." kata dia. Gempa Susulan Masih Terjadi Pascagempa utama, tercatat beberapa aktivitas gempa susulan. Gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13 WIB, kemudian magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB, dan magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB. Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk yang bermagnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, rentetan gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

BNPB masih melakukan pemutakhiran data terkait dampak gempa bumi di wilayah terdampak. Pendataan meliputi korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan bangunan, maupun dampak lainnya. Informasi mengenai perkembangan korban dan kerusakan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi petugas di lapangan.

(tangkapan layar) 

BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta informasi peringatan dini dari BMKG. Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa karena berpotensi membahayakan keselamatan.

"Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta TNI-Polri," pesannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jembatan Garuda Tanah Laut Diresmikan Prabowo, Buka Akses Warga dan Petani
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gubernur Jateng Tegaskan Capaian Pembangunan Harus Bermuara pada Kesejahteraan Rakyat
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kepala BGN Respons Cepat 256 Siswa di Karo Keracunan, Ancam Tutup-Copot SPPG
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
OJK: Daftar Mineral untuk Bursa Komoditas Sudah Ada, Tinggal Tunggu Perpres
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Puan Respons Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi: Nanti Saya Tanya Apa Isinya
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.