JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah gempa susulan sempat terjadi usai gempa magnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
“Pascagempa utama, tercatat beberapa aktivitas gempa susulan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya pagi ini.
Baca juga: BMKG Pastikan Prediksi Gempa Susulan Besar di NTT Pukul 09.00 Wita Hoaks
Gempa susulan pertama berkekuatan M 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB.
Kemudian, gempa M 6,2 terjadi pada pukul 05.28.40 WIB dan gempa M 5,6 pada pukul 05.37.19 WIB.
BNPB juga mencatat sejumlah gempa susulan lainnya, termasuk gempa berkekuatan M 5,5.
“Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami,” jelas dia.
Baca juga: BMKG Catat 54 Gempa Susulan Usai Gempa NTT M 7,7, Tsunami Terdeteksi di 10 Wilayah
BNPB masih mendata dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak, termasuk korban jiwa, korban luka, dan kerusakan bangunan.
Data tersebut masih diverifikasi petugas di lapangan dan akan diperbarui sesuai perkembangan.
Menurut informasi sementara, sebanyak dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Baca juga: Kenaikan Air Laut Tak Lagi Bahaya, BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa NTT
Keterangan BMKG
Adapun Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 54 gempa susulan di NTT hingga pukul 07.00 WIB tadi.
"Iya, satu yang untuk gempa dan masih susulan ya, gempa susulannya itu satu yang dirasakan. Satu yang dirasakan. Jadi. Sekarang ini sudah 54 gempa susulan," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama kepada Kompas.com.
Gempa utama berkekuatan M 7,7 terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB tadi.
Pusat gempa ada pada koordinat 8.41 Lintang Selatan - 121.39 Bujur Timur. Kedalaman pusat gempa adalah 15 km alias gempa dangkal.
Lokasi persis pusat gempa ada di laut, 30 km arah timur Mbay Nagekeo, NTT.
“Hasil permodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang