jpnn.com - JAKARTA – Warga Kabupaten Manggarai terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8).
Sejumlah tiang listrik di Kota Ruteng, Manggarai, roboh menyebabkan padam total saat hari masih agak gelap.
BACA JUGA: Dampak Gempa Flores Hari Ini, Beberapa Bangunan di Ruteng Rusak Parah
Baterai HP warga pun cepat drop lantaran harus bertubi-tubi menerima telephone dari sanak saudara dari luar daerah yang cemas.
“Ini saya ngecas HP pakai aki mobil,” kata Marten Dhae kepada JPNN.com, Sabtu pagi.
BACA JUGA: Gempa M 7,7 Guncang Flores, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami, Evakuasi
Bagaimana kondisi warga secara umum? Dia mengatakan, mayoritas warga panik lantaran guncangan akibat gempa hari ini sangat terasa.
“Rumah warga yang dari papan sih aman-aman saja. Bangunan tembok bertingkat yang rusak parah,” kata Marten.
BACA JUGA: Gempa M 7,4 Kolombia, Kemlu Pastikan Semua WNI Aman
Dia menyampaikan Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ben Mboi, mengalami kerusakan paling parah akibat gempa besar hari ini.
“RSUD yang paling parah. Gedung Kampus Universitas Katolik St Paulus juga,” kata Marten.
“Baru saja saya keliling, bangunan Bank NTT di Ruteng juga lumayan parah,” sambungnya.
Dampak kerusakan bangunan RSUD Ruteng, sejumlah pasien dievakuasi di sepanjang jalan sekitar rumah sakit.
Beredar kabar, seorang ibu hamil yang sedang sedang dirawat di RS tersebut meninggal dunia.
“Tertimpa tembok yang runtuh.”
“Bangunan kos dua lantai di samping rumah saya rusak parah,” kata Rio, juga warga Ruteng.
Mengutip dari situs resmi BMKG, episentrum gempa Flores hari ini berada di Kabupaten Nagekeo, sekitar 30 kilometer timur laut dengan kedalaman 15 kilometer. (sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




