Gempa Bumi berkekuatan 7.7 Magnitudo mengguncang NTT, pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa ini mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik, seperti di Pelabuhan El Say, Maumere, Kabupaten Sikka dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, dan seorang luka-luka.
Sebelum ini, NTT pernah dihantam gempa besar Pada 12 Desember 1992. Saat itu, gempa berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di laut Flores mengakibatkan dampak mematikan di sekitar kawasan.
"Pada 12 Desember 1992 gempa bumi berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di Laut Flores pernah terjadi dan memicu gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 25 meter di beberapa titik," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat dihubungi, Sabtu (15/8).
Akibatnya, sejumlah wilayah seperti wilayah pesisir utara Flores, termasuk Kota Maumere, Kabupaten Sikka terdampak parah.
"Begitu juga dengan Pulau Babi yang berada di sekitarnya," kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, ini adalah salah satu catatan gempa paling mengerikan di Indonesia.
"2.500 korban meninggal dunia dan 2.103 orang mengalami luka-luka. Kerusakan Infrastruktur, menghancurkan ribuan rumah warga di sepanjang pesisir, melumpuhkan fasilitas umum, memutus akses jalan dan jembatan, serta merusak sarana pendidikan, peribadatan, dan kesehatan," kata Suharyanto.
BMKG mencatat gempa kali ini terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Sebanyak 10 wilayah terdeteksi tsunami, di antaranya adalah Labuan Bajo, Kolaka, dan Sikka. Dua orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya mengalami luka.
Sejumlah bangunan dan gedung juga mengalami kerusakan akibat gempa ini, namun jumlah fasilitas publik dan rumah warga yang terdampak masih didata.





