Gaia Music Festival 2026 kembali menghadirkan beragam warna musik di Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, festival yang mengusung tema Music for All tersebut mempertemukan sejumlah musisi dengan karakter berbeda, termasuk Teddy Adhitya dan RAN.
Pada hari pertama penyelenggaraan, Teddy Adhitya membawa suasana yang lebih hangat dan personal. Karakter musiknya yang memadukan pop, soul, dan R&B terasa cocok dengan atmosfer Amphitheatre The Gaia Hotel Bandung yang dikelilingi lanskap alam.
Menariknya, Teddy justru mengaku sempat merasa ingin berada di posisi penonton ketika tampil di Gaia Music Festival.
"Saat manggung di Gaia Music Festival, saya justru sempat merasa ingin menjadi penonton. Suasananya terasa sangat menyenangkan, santai, dan membuat kita ingin duduk sambil menikmati musik," ujar Teddy Adhitya dalam sesi wawancara usai manggung, Jumat (14/8) malam.
Menurut Teddy, atmosfer festival membuatnya merasa bukan sekadar tampil di atas panggung. Ia justru ikut larut dalam pengalaman menikmati musik bersama para penonton.
"Ada rasa hangat dan nyaman yang membuat saya sendiri ikut terbawa suasana, seolah tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman menikmati musik bersama," tuturnya.
Berbeda dengan Teddy, RAN menghadirkan energi yang lebih playful. Grup yang beranggotakan Rayi, Asta, dan Nino tersebut membuat suasana festival semakin hidup lewat lagu-lagu yang telah akrab di telinga penonton.
Penampilan RAN juga menghadirkan momen kebersamaan ketika penonton ikut bernyanyi bersama. Kehadiran mereka menjadi salah satu pertunjukan yang memperlihatkan bagaimana musik pop dapat menjangkau pendengar dari berbagai generasi.
"Senang sekali bisa menjadi bagian dari Gaia Music Festival 2026. Bagi kami, musik adalah tentang berbagi energi dan menciptakan momen bersama penonton," ujar RAN.
Bagi RAN, tampil di hadapan penonton lintas generasi menjadi pengalaman tersendiri. Mereka berharap kehadirannya di festival tersebut dapat membawa energi positif bagi para penonton.
"Bisa tampil di hadapan penonton lintas generasi menjadi pengalaman yang sangat berharga, dan kami berharap kehadiran RAN di Gaia bisa membawa energi positif serta membuat semua yang hadir menikmati musik bersama," lanjutnya.
Selain Teddy Adhitya dan RAN, hari pertama Gaia Music Festival 2026 juga menghadirkan Littlefingers dan Keubitbit. Masing-masing membawa karakter musik yang berbeda sehingga menciptakan perjalanan musikal yang beragam sepanjang festival.
Keberagaman tersebut sejalan dengan tema Music for All yang diusung Gaia Music Festival tahun ini. Festival tidak membatasi pengalaman penonton pada satu genre atau warna musik tertentu, tetapi membuka ruang bagi berbagai karakter musisi untuk tampil dalam satu perhelatan.
Pengalaman tersebut juga tidak hanya berlangsung di panggung utama. Gaia Music Festival menghadirkan Endless Stage, panggung alternatif yang berada di area Endless Stairs.
Panggung tersebut menawarkan suasana yang lebih santai dan dekat dengan penonton, dengan panorama alam The Gaia Hotel Bandung sebagai latarnya. Bass G Feat Song Brothers dijadwalkan tampil selama dua hari di panggung tersebut.
Endless Stairs sendiri merupakan jalur tangga ikonik dengan sekitar 261 anak tangga yang membawa pengunjung melewati kawasan perbukitan hijau, kolam koi, hingga area dekat air terjun kolam renang.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengalaman Gaia Music Festival yang memadukan musik dengan alam. Lanskap Lembah Bandung tidak hanya menjadi latar, tetapi turut membentuk atmosfer pertunjukan.
Lewat penyelenggaraan tahun kelimanya, Gaia Music Festival mencoba memperluas pengalaman festival musik sebagai ruang untuk bertemu dan menikmati musik bersama.





