Saham Garuda Indonesia Terbang dari Gocap, Prabowo Ungkap Peluang Balik Untung

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali mencuri perhatian investor. Dalam lima hari perdagangan, saham maskapai pelat merah ini melesat hampir 40,74% dan berhasil meninggalkan level Rp50-an yang selama ini melekat dengan julukan saham “gocap”.

Mengacu pada perdagangan 6-14 Agustus 2026, harga GIAA naik dari Rp54 per saham menjadi Rp76 per saham atau menguat 40,74%.

Pergerakan paling mencolok terjadi pada Senin (10/8/2026). Saham GIAA langsung melonjak 33,33% ke Rp72 dengan nilai transaksi Rp115,02 miliar. Sehari setelahnya, saham Garuda sempat menyentuh Rp80 per saham.

Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), GIAA kembali bergerak positif. Saham tersebut sempat berada di level Rp76 atau naik 5,56% secara intraday.

Rumor Merger Ikut Mengerek Saham

Kenaikan saham Garuda Indonesia terjadi ketika pasar diramaikan isu rencana merger dengan PT Pelita Air, maskapai yang berada di bawah ekosistem Pertamina Group.

Namun, Garuda Indonesia menepis adanya informasi material baru yang belum disampaikan kepada publik.

"Pergerakan saham merupakan dinamika permintaan dan penawaran di pasar," kata Vice President Corporate Secretary & TJSL Group Head Garuda Indonesia Andreas Tumpal H. Hutapea dalam keterbukaan informasi BEI.

Dia juga menegaskan belum memiliki rencana aksi korporasi baru dalam tiga bulan ke depan, termasuk merger dengan Pelita Air, di luar agenda yang telah tercantum dalam Rancangan Restrukturisasi Penyehatan Keuangan yang disetujui Menteri BUMN sejak Juni 2025.

Salah satu agenda restrukturisasi tersebut berupa penyertaan modal inbreng berupa lahan dari PT Angkasa Pura Indonesia kepada anak usaha Garuda, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

"Pelaksanaan dan waktu dari setiap tindak lanjut tersebut akan mengikuti proses, persetujuan, serta mekanisme tata kelola perseroan yang berlaku," ujar dia.

Bisnis Mulai Pulih, Tapi Masih Rugi

Di tengah lonjakan saham, kondisi fundamental Garuda juga mulai menunjukkan perbaikan. Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026 menyebut Garuda kini memiliki peluang untuk kembali mencetak laba setelah bertahun-tahun menghadapi kerugian.

Pemerintah mencatat 20 pesawat Garuda telah direaktivasi hingga Juni 2026, sehingga total armada yang beroperasi mencapai 140 unit.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," ujar Prabowo.

Ia bahkan berharap Garuda mulai mencetak keuntungan pada awal 2027.

Meski demikian, laporan keuangan menunjukkan perseroan masih berada di zona rugi. Pada kuartal I 2026, GIAA mencatat rugi periode berjalan US$41,62 juta, turun 45,19% dibandingkan kerugian US$75,93 juta pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$75,93 juta.

Di sisi lain, pendapatan usaha Garuda tumbuh 5,36% menjadi US$762,35 juta dari US$723,56 juta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi V Minta Mitigasi Titik Rawan Tsunami-Tanah Retak usai Gempa 7,7 M di NTT
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Gibran Video Call Ortu Paskibraka Asal Papua Tengah dari Istana
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Kembali Layani Penerbangan Internasional pada Oktober 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Garuda Pertiwi Impresif, Gilas Arab Saudi 7-0 di Srikandi Merdeka Cup 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
DJP Bali membarui data pajak bersama pemda dongkrak penerimaan
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.