BATA Pikul Rugi dan Penjualan Menurun, Ditambah Saham Masih Kena Suspensi BEI

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Sepatu Bata Tbk (BATA) kembali tertekan pada paruh pertama 2026. Emiten ritel alas kaki tersebut membukukan penjualan neto sebesar Rp152,35 miliar sepanjang semester I-2026, turun 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp159,44 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan BATA, seperti diberitakan Sabtu (15/8/2026), selain penjualan yang mengalami penurunan, tekanan semakin terasa dari sisi biaya operasional. 

Meski laba kotor relatif bertahan di level Rp65,98 miliar, beban penjualan dan pemasaran justru meningkat 14,8% secara tahunan menjadi Rp78,85 miliar.

Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp31,58 miliar. Kondisi tersebut membuat rugi usaha BATA melebar 29,9% menjadi Rp42,71 miliar.

Perseroan memang berhasil menekan beban keuangan hingga 52,2% menjadi Rp3,90 miliar. Namun, efisiensi tersebut belum mampu menutup tekanan dari penjualan dan biaya operasional.

Pada akhirnya, BATA kembali mencatatkan rugi bersih sebesar Rp46,46 miliar pada semester I-2026. Kerugian tersebut membengkak 14,7% dibandingkan rugi Rp40,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Emiten KFC Milik Keluarga Gelael dan Salim Grup Masih Merugi Rp56,7 Miliar Meski Pendapatan Naik

Baca Juga: Beban Berhasil Dipangkas, Rugi MDTV Media (NETV) Susut 51% Jadi Rp48,98 Miliar pada Semester I

Baca Juga: Emiten Happy Hapsoro UANG Makin Boncos, Rugi Bersih Melonjak 52%

Tekanan kinerja juga tercermin dari arus kas. Arus kas bersih dari aktivitas operasi BATA berbalik menjadi defisit Rp8,47 miliar, setelah pada semester I-2025 masih mencatatkan surplus Rp4,19 miliar.

Posisi kas perseroan pun ikut tergerus. Per 30 Juni 2026, kas dan setara kas BATA tercatat Rp26,81 miliar, turun 40,7% dari Rp45,19 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45,19 miliar.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BATA masih berada dalam status suspensi perdagangan. Adapun harga terakhir saham perseroan tercatat di level Rp59 per saham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Baru Naikkan Bagian Pengemudi Ojol Menjadi 92 Persen, Garda Sebut Negara Mulai Hadir
• 20 jam lalupantau.com
thumb
MG Catat 1.088 SPK di GIIAS 2026, 2 Model Baru Jadi Bintang
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Ribuan Orang Terdampak, Pemerintah Pantau Kondisi Darurat Usai Gempa M 7 NTT
• 1 jam laludetik.com
thumb
Gempa Flores Magnitudo 7,7, Ini Kesaksian Warga yang Mengungsi
• 11 jam lalukompas.id
thumb
3.550 Personel TNI-Polri dan Pemda Bersihkan 11 Titik Sungai Jelang HUT RI
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.