Pantau - Kodam IX/Udayana mengerahkan prajurit untuk membantu evakuasi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan keselamatan masyarakat menjadi fokus utama personel TNI yang diterjunkan ke wilayah terdampak.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, membantu proses evakuasi menuju tempat yang aman, memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan, serta mendukung pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana,” kata Amrizal di Denpasar.
Prajurit TNI langsung bergerak membantu masyarakat setelah gempa terjadi dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Prajurit Bantu Evakuasi hingga Pos PengungsianPersonel yang terlibat berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/WM.
Mereka membantu evakuasi, mendukung pendirian pos pengungsian, memberikan pertolongan kesehatan, serta mengarahkan masyarakat menuju lokasi yang lebih aman.
“Prajurit TNI tidak hanya bertugas dalam konteks pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Amrizal.
Kodam IX/Udayana juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.
Pendataan korban maupun kerusakan materiil akibat gempa masih dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Data mengenai dampak bencana akan diperbarui berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi petugas di lapangan.
Warga Diminta Waspadai Gempa SusulanGempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah NTT dan kawasan sekitarnya sebelum kemudian dinyatakan berakhir oleh BMKG.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti perkembangan serta arahan resmi dari BMKG, BPBD, pemerintah daerah maupun aparat di lapangan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” kata Amrizal.
Kodam IX/Udayana memastikan pemantauan situasi di NTT terus dilakukan dan kesiapsiagaan personel tetap dijaga untuk memberikan bantuan ketika diperlukan.




