Pemerintah Siagakan Bantuan untuk Penanganan Gempa NTT M 7,7

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah menyiagakan bantuan untuk penanganan bencana usai gempa bermagnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami juga men-standby-kan di Halim (Halim Perdanakusuma, Landasan Udara TNI AU di Jakarta -red) bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat, kami sudah siap-siap sediakan," kata Prasetyo usai memantau gladi bersih HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: BNPB: 14 Orang Tewas Akibat Gempa NTT per Data 12.30 WIB

Prasetyo juga mengaku sudah melapor kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai gempa tersebut.

Pemerintah lalu menjalin koordinasi dengan jajaran Kabinet Merah Putih.

"Kami berkoordinasi dengan menteri, Menko PMK, kemudian kami juga tadi pagi sudah berkoordinasi dengan Kepala Basarnas, Kepala BMKG yang juga sempat memberikan peringatan dini akan potensi terjadinya tsunami," ucap Prasetyo.

Tak hanya itu, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah setempat termasuk gubernur NTT untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan lancar.

Baca juga: Ketinggian Tsunami Akibat Gempa NTT: 14 Cm hingga Nyaris 1 Meter

Pihaknya turut meminta pemda mengecek potensi penambahan korban yang terperangkap dalam bangunan runtuh.

"Tadi dilaporkan beberapa yang masih ada di apa, reruntuhan, dan beberapa bangunan-bangunan termasuk ada pelabuhan ada satu pelabuhan yang tadi dikirimkan kami juga di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh," ucap dia.

Turut berbelasungkawa atas masyarakat korban gempa NTT

Lebih lanjut, Prasetyo mengucap belasungkawa kepada masyarakat yang menjadi korban bencana itu.

"Tentunya kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap adanya beberapa yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut," tandas Prasetyo.


Sebelumnya diberitakan, BMKG melaporkan gempa ini terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.

Pusat gempa ada pada koordinat 8.41 Lintang Selatan - 121.39 Bujur Timur. Kedalaman pusat gempa adalah 15 km alias gempa dangkal. Lokasi persis pusat gempa ada di laut, 30 km arah timur Mbay Nagekeo, NTT.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Hasil permodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pukul 07.30 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Soroti Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
OVO dan BI Hadirkan Fintech Academy di UNPAD, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa Baru
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Semarak HUT ke-81 RI, Polresta Soetta Bagikan 500 Bendera Merah Putih di Bandara
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Setelah Kontroversi dan Klarifikasi, Sarwendah Mulai Live TikTok Lagi
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Ngilu! Istri di Lumajang Tega Potong Alat Kelamin Suami Pakai Celurit
• 19 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.