Gempa M7,7 Guncang NTT: Istana Siagakan Bantuan Darurat

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8/2026). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah pusat siap memberikan bantuan dan dukungan jika diperlukan dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Wilayah tersebut mengalami gempa dengan magnitudo M7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pagi. 

"Kami juga men-stand by-kan di Halim bilamana sewaktu-waktu diperlukan perbantuan dari pemerintah pusat, sudah kami siap siagakan," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu. 

Politisi Gerindra itu juga menyatakan pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Di antaranya Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kepala Basarnas, Kepala BMKG, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di awal kejadian.

Baca Juga: Gempa Susulan Guncang NTT Pascagempa M 7,7 di Nagekeo

Ia mengungkap pemerintah pusat telah mendapat laporan korban yang terjebak reruntuhan dan bangunan yang runtuh akibat gempa, seperti pelabuhan dan kantor-kantor. 

Prasetyo mengatakan, pemerintah pusat menginstruksikan untuk tim di lapangan mengecek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan akibat gempa. 

Terkait rencana perbaikan lokasi terdampak bencana, ia mengatakan fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan penanganan korban serta warga terdampak gempa. 

Menurut keterangan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, sudah ada lima korban meninggal dilaporkan ke pihaknya usai terjadinya gempa di wilayah yang dipimpinnya itu. 

"Korban jiwa, saat ini informasi yang saya terima sudah ada lima orang, dua di Sikka, tiga di Manggarai," ujar Emanuel dalam konferensi pers di Mapolda NTT, Sabtu. 

Baca Juga: Breaking News! Gempa NTT M7.7, Dua dari Lima Korban Meninggal Disebut dari Kabupaten Sikka

Ia menyebut korban meninggal diduga karena reruntuhan, tetapi pihaknya akan memastikan kembali penyebab meninggalnya korban tersebut. 

Selain itu, BMKG yang tadinya mengeluarkan peringatan dini tsunami, kini telah menyatakan peringatan dini itu berakhir. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada. 

"Kami sudah sampaikan update terakhir bahwa peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, tetapi gempa susulan memang masih terjadi, dan untuk itu tentunya kami berharap masyarakat di sana untuk tetap waspada," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam konferensi pers pada Sabtu pagi. 

 

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • istana
  • gempa ntt
  • bantuan pemerintah
  • mensesneg prasetyo hadi
  • korban gempa
  • peringatan tsunami
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, Dokter Bisa Terbang ke Daerah Sulit Dijangkau
• 5 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Minta APBN Tak Dipakai untuk Rayakan Ultah: Lebih Baik Tingkatkan Gaji Guru
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
HUT ke-81 RI, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Gempa 7,7 Magnitudo Rusak Hotel di Labuan Bajo, NTT
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Program MagangHub Buka Jalan Peserta Jadi Pekerja
• 6 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.