Pendidikan lanjutan bantu ABK kembangkan keterampilan dan kemandirian

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pendidikan lanjutan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) setelah menyelesaikan jenjang SMA merupakan hal penting untuk mengembangkan keterampilan, kemandirian, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

"Kami ingin mereka tidak hanya memiliki keterampilan vokasional, tetapi juga kemampuan komunikasi, sosial, disiplin, tanggung jawab, serta kepercayaan diri untuk menjadi lebih mandiri," kata Direktur London School Beyond Academy Associate Chrisdina Wempi saat peresmian LSBA Bekasi di LSPR Transpark, Bekasi Timur, Sabtu.

Chrisdina menyebut, setiap individu berkebutuhan khusus memiliki potensi dan kebutuhan pengembangan yang berbeda, sehingga proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

LSBA merupakan lembaga pelatihan keterampilan di bawah naungan LSPR Institute of Communication and Business yang memfasilitasi individu berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan masing-masing.

LSBA di Bekasi menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang mengintegrasikan keterampilan vokasional, kemampuan sosial dan komunikasi, pengalaman kerja, serta kewirausahaan.

Chrisdina menjelaskan, LSBA Bekasi menghadirkan empat bidang pembelajaran, yakni tata boga, kriya, administrasi perkantoran, serta digital desain dan cetak. Peserta menjalani enam semester pembelajaran yang dilanjutkan dengan dua semester pelatihan kerja untuk memperkuat keterampilan.

Calon peserta yang merupakan lulusan SMA atau sederajat terlebih dahulu menjalani asesmen untuk mengetahui kebutuhan dan program pengembangan yang sesuai. LSBA Bekasi memiliki kapasitas maksimal 70 peserta didik pada setiap angkatan, dengan fasilitas praktik antara lain laboratorium tata boga, sablon, kriya, dan kerajinan tangan.

Selain itu, LSBA membuka kesempatan memperoleh pengalaman kerja melalui program magang bersama sejumlah perusahaan dan institusi. Kolaborasi tersebut melibatkan PT Tokio Marine Indonesia, DoubleTree by Hilton Jakarta–Diponegoro, DoubleTree by Hilton Jakarta Bintaro Jaya, dan United Tractors.

LSBA juga membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan agar mereka memiliki pilihan untuk mengembangkan aktivitas maupun usaha yang sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Sementara itu, Founder & CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani mengatakan, kemandirian individu berkebutuhan khusus dapat dibangun melalui berbagai jalur selama tersedia pendidikan, kesempatan, dan lingkungan yang mendukung.

"Kemandirian tidak berarti setiap orang harus menempuh jalan yang sama. Ada yang dapat berkembang melalui dunia kerja, ada pula yang menemukan potensinya melalui kewirausahaan. Yang terpenting adalah memberikan pendidikan, kesempatan, dan lingkungan yang memungkinkan setiap individu berkebutuhan khusus mengembangkan kemampuan terbaiknya dan mengambil peran di tengah masyarakat," jelas Prita.

Prita berharap, LSBA Bekasi dapat memperluas kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan keluarga dalam membangun ekosistem yang semakin inklusif.

Laboratorium tata boga di London School Beyond Academy (LSBA) Bekasi di LSPR Transpark, Bekasi Timur, Sabtu (15/8/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza) Adapun Pendamping Menteri Sosial Republik Indonesia Fatma Saifullah Yusuf turut menyambut baik pengembangan pendidikan bagi ABK, khususnya penyandang autisme, agar mereka memperoleh pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan untuk berkembang lebih mandiri serta diterima di masyarakat.

"Kami menyambut baik London School Beyond Academy ini dalam upaya mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus. Pendidikan Indonesia semakin berkembang, khususnya autis," kata Fatma.

Fatma berharap, pengembangan pendidikan tersebut dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi anak.

"Ini jawaban LSBA sudah dua kampus luar biasa di Sudirman dan Bekasi, semoga ini menjadi tempat orang tua yang memilili anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya autis, sehingga bisa mendapatkan pendidikan yang layak, anak bisa lebih mandiri dan bisa diterima di masyarakat. Semoga LSBA terus berkembang," ucap Fatma.

Data Referensi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 12 Agustus 2026 mencatat, terdapat 1.415 peserta didik berkebutuhan khusus di Kota Bekasi.

Sementara data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat per 29 Juni 2026 mencatat terdapat 14 Sekolah Luar Biasa (SLB), terdiri atas dua SLB negeri dan 12 SLB swasta.

Baca juga: KPPPA pantau pendampingan lanjutan korban kekerasan di ponpes Malang

Baca juga: KJP Plus Tahap II didominasi penerima lanjutan

Baca juga: Komisi X DPR dukung evaluasi lanjutan Program Organisasi Penggerak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Gempa NTT, BNPB: 38 Orang Meninggal dan 13 Luka
• 59 menit laluviva.co.id
thumb
DPR akan Gelar Rapat Perpres Ojol dengan Pemerintah Pekan Depan
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Telkomsel-XLSmart-Indosat Gangguan, 200 BTS Terdampak Gempa NTT
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menhut Raja Juli: SRAK Harus Jadi Pedoman yang Dijalankan, Bukan Sekadar Dokumen
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas Per 15 Agustus 2026
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.