JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian Sutrimo kembali menjadi sorotan di tengah pusaran perkara Febrie Adriansyah. Dalam diskusi bersama Pengamat Intelijen Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, Kriminolog Universitas Indonesia Thomas Sunaryo, penasihat hukum Febrie Firman Wijaya, mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, penasihat hukum keluarga Sutrimo Aan Rohaeni, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Dosen STH Jentera Indonesia Asfinawati, serta analis senior Drone Emprit Rizal Nova Mujahid, muncul perdebatan apakah kematian Sutrimo merupakan perkara tersendiri, spekulasi liar, atau justru berkaitan dengan kepentingan yang lebih besar.
Sri Radjasa menyebut bila nantinya terbukti pembunuhan, ada kemungkinan tangan lain, sementara Susno membuka kemungkinan adanya pihak ketiga yang ingin mengalihkan isu.
Di sisi lain, Firman Wijaya menegaskan keterkaitan Sutrimo dengan perkara Febrie belum didukung bukti langsung dan meminta publik berpegang pada hard evidence.
Baca Juga: Susno, Kriminolog hingga Drone Emprit Soal Sutrimo Salah Satu Pion di Kasus Febrie Adriansyah?
Susno menyebut penyidikan telah memiliki alat bukti dan hasil ekshumasi akan memperkuat pembuktian, sementara Asfinawati menilai perlu ditelusuri mengapa Sutrimo didatangkan dan apa yang menyebabkan kematiannya.
Aan Rohaeni menegaskan keluarga hanya menginginkan kepastian apakah Sutrimo meninggal secara wajar atau tidak, sedangkan Sugeng menyoroti pentingnya transparansi dan profesionalitas penegak hukum.
Rizal Nova menyebut perhatian publik sangat tinggi dan meminta kasus ini tidak berhenti sebagai bola lia.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- sutrimo
- bola liar
- ekshumasi sutrimo





