Sesar Flores Picu Gempa NTT, Kembali Terjadi Usai Diam 3 Dekade

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik di busur belakang Flores memicu gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

“BMKG mencatat bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami,” bunyi keterangan tertulis BMKG, dikutip Sabtu.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer itu menyebabkan guncangan kuat dan memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT.

Lokasinya sekitar 30 kilometer sebelah timur laut Nagekeo, NTT.

Baca juga: TNI Kerahkan Prajurit, Hercules, dan KRI untuk Bantu Korban Gempa NTT

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly, dalam siaran pers.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat 37 gempa bumi susulan dengan magnitudo 3,6 hingga 6,2.

Dari puluhan gempa susulan tersebut, satu gempa dirasakan oleh masyarakat.

Wijayanto menuturkan, wilayah busur belakang Flores memang memiliki potensi gempa besar.

Berdasarkan pemodelan, gempa maksimum di kawasan tersebut dapat mencapai magnitudo 7,8 hingga 7,9.

“Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores," ungkap Wijayanto.

Baca juga: 200 BTS Terdampak Gempa M 7,7 di NTT, Layanan 3 Operator Terganggu

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 17 orang dilaporkan tewas di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengatakan, 17 korban tersebut berasal dari Kecamatan Borong, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, dan Sambi Rampas.

Menurut Zacky, jumlah korban tewas tersebut masih merupakan data sementara.

Polisi masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap sejumlah korban.

"Pendataan masih berlangsung. Beberapa korban juga masih diidentifikasi identitasnya," kata Zacky kepada Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Pemerintah Siagakan Bantuan untuk Penanganan Gempa NTT M 7,7

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain korban meninggal, gempa juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Polisi bersama instansi terkait masih mendata jumlah korban serta dampak kerusakan akibat gempa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD Ungkap Kerusakan Bangunan usai Gempa di NTB, Sebut Warga Butuh Dukungan Logistik
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
5 Tips Menyimpan dan Mengolah Kembali Nasi Tumpeng Sisa Tasyakuran HUT RI ke-81, Tetap Aman dan Lezat
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Perkuat Pengelolaan Sampah, Pengurus BSU Kabupaten Gowa Gelar Studi Tiru ke Kelurahan Karunrung Makassar
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Pulihkan 1.200 Ha Pesisir Inhil yang Terdampak Abrasi
• 2 menit laludetik.com
thumb
Terungkap! Bentar Lagi Gibran Ngantor di IKN, Stafnya Sudah Duluan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.