Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi, menyebabkan sejumlah bangunan dilaporkan rusak di beberapa wilayah.
Kerusakan dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Kabupaten Ende.
Di Labuan Bajo, puluhan pasien RSUD Komodo segera dievakuasi ke halaman rumah sakit pascagempa. Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Komodo, dr. Florida Pantas, menjelaskan evakuasi dilakukan demi keselamatan.
"Seluruh pasien langsung dikeluarkan saat gempa terjadi. Kami tunggu informasi BMKG soal gempa susulan sebelum memastikan boleh kembali masuk gedung,” ujarnya.
Pasien yang dievakuasi mencakup bayi, anak-anak, hingga dewasa—termasuk dua pasien ICU dan dua pasien HCU.
“Dua bayi sudah diamankan. Pasien ruang intensif yang masih butuh oksigen pun sudah tertangani perawatnya, syukurlah tak butuh alat bantu napas saat ini,” kata Florida.
Selain evakuasi pasien, sebagian gedung rumah sakit juga mengalami kerusakan akibat gempa itu.
Melalui akun Instagram resmi RSUD Komodo, layanan poliklinik akan ditutup sementara mulai hari ini hingga Senin 17 Agustus. Penutupan layanan itu dampak terjadinya gempa sekaligus dalam rangka memperingati HUT 81 RI.
"Sehubung dengan terjadinya gempa bumi pada hari ini dan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81, kami sampaikan penyesuaian pelayanan poliklinik RSUD Komodo sebagai berikut: pelayanan poliklinik tutup pada 15-17 agustus 2026. Pelayanan poliklinik buka kembali selasa 18 Agustus 2026," demikian keterangan tersebut.
"Untuk pelayanan kontrol pasien yang telah terjadwal pada tanggal 15-17 Agustus 2026 akan dialihkan pada selasa 18 Agustus 2026," sambung keterangan tersebut.
Hal serupa terjadi di RSUD Ruteng dan RSUD TC Hillers Maumere, di mana seluruh pasien dipindahkan ke halaman rumah sakit untuk mengantisipasi risiko bangunan roboh akibat guncangan susulan.
Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius, mengatakan sudah ada kerusakan di beberapa bagian gedung, namun rincian kerusakan dan kondisi pasien masih dalam proses pendataan.
Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer, sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut. Masyarakat diimbau tetap merujuk pada informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah terkait potensi gempa susulan.





