Kecamatan Kebayoran Lama Gunakan Taktik Penghijauan untuk Geser 105 PKL Loak

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama memilih pendekatan penghijauan trotoar daripada penertiban langsung untuk menata 105 pedagang kaki lima (PKL) barang loak di sepanjang Jalan Baru hingga Jalan Teuku Nyai Arief, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan.

Upaya penataan dan pemantauan di lapangan dilakukan jajaran kecamatan pada Kamis (14/8/2026).

Upaya tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pedagang secara perlahan sekaligus mendorong kesadaran mereka agar mau pindah secara sukarela.

"Kita lagi coba buat penghijauan untuk mempersempit ruang gerak pedagang kaki lima (PKL)," kata Camat Kebayoran Lama Musthofa kepada Kompas.com, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Kronologi Ketua RT di Tangsel Tegur Warga Bakar Sampah Berujung Jadi Tersangka

Musthofa menegaskan, penataan kawasan yang sudah berlangsung menahun tersebut diutamakan melalui pendekatan persuasif sebelum mengambil tindakan tegas.

"Ngga pake penertiban langsung, kita upaya buat penghijauan dulu agar ruang geraknya sempit," ujar Musthofa.

Dari hasil inventarisasi pihak kecamatan, terdapat 105 pedagang yang selama ini berjualan di atas fasilitas pejalan kaki tersebut.

Untuk penanganannya, kecamatan menerapkan skema relokasi berdasarkan kepemilikan dokumen kependudukan.

Pedagang ber-KTP DKI Jakarta akan diupayakan mendapat tempat relokasi resmi melalui koordinasi dengan Dinas UMKM.

Baca juga: Tolak Voting, Warga Desak Tiang Portal di Menteng Dekat Rumah Pejabat Dicabut

Sementara itu, pedagang non-KTP DKI Jakarta diarahkan untuk mengosongkan area atau kembali ke daerah asal.

"Kalau yang KTP DKI rencana akan dicariin sama (Dinas) UMKM. Kalau yang bukan, ya pulkam (pulang kampung)," kata Musthofa.

Meskipun memprioritaskan penataan taman dan pendekatan persuasif, pihak kecamatan menetapkan batas waktu bagi para pedagang untuk mengosongkan lokasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jika hingga akhir Agustus kawasan trotoar Jalan Baru dan Jalan Teuku Nyai Arief masih belum bersih dari aktivitas pedagang dan lapak liar, penertiban paksa akan tetap dilakukan.

"Kalau masih juga, habis Agustus kita tertibkan. Tapi persuasif pendekatan dulu biar mereka dengan sadar bisa pindah," terang Musthofa kepada Kompas.com.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Junivia: Sempat Ragu Ikut OSN 2026, Kini Wakili Sekolah Rakyat Minahasa di Semifinal Nasional
• 7 jam laludisway.id
thumb
Daftar Tsunami Akibat Gempa NTT: Ketinggian 14 Cm hingga Nyaris 1 Meter
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Investasi Hilirisasi Tembus Rp300,1 Triliun di Semester I-2026
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Serangan Houthi Hantam Pelabuhan Mokha Yaman, 1 Orang Tewas dan 8 Terluka
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Sesumbar Mau Deklarasikan Selat Hormuz Sebagai Wilayah AS
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.