Artis Tya Ariestya punya cara sederhana untuk mengajarkan anaknya, Kanaka, memahami nilai uang sejak dini. Ia mulai mengenalkan konsep pemasukan, pengeluaran, hingga modal melalui kegiatan sederhana sehari-hari. Salah satunya yakni ketika Kanaka mencoba membuat usaha kecil-kecilan.
Saat ini, menurut Tya Ariestya, Kanaka tengah senang berkreasi dengan membuat jasa painting untuk casing ponsel dan tumbler menggunakan pilox. Awalnya, Kanaka mematok harga Rp25 ribu untuk jasanya tersebut. Namun, setelah dihitung kembali, harga itu ternyata belum cukup untuk membeli kembali perlengkapan yang digunakan.
“Kanaka itu jasa painting casing, tumbler gitu. Jadi dia modal pakai pilox terus dia bikin. Jasanya itu dibayar awalnya Rp 25 ribu. Tapi ternyata enggak nutup buat beli pilox-nya lagi, akhirnya naik jadi Rp 50 ribu,” kata Tya saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).
Menurut Tya, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mengajarkan anaknya berbisnis dan mencari keuntungan. Ia justru memanfaatkan kegiatan itu sebagai sarana belajar menghitung.
Tya meminta Kanaka mencatat berapa uang yang dikeluarkan untuk membeli pilox. Dari situ, ia mengajarkan konsep modal, jumlah produk yang bisa dibuat, biaya produksi, hingga keuntungan.
“Aku tuh suka gimana caranya ya biar masuk ke mereka untuk belajar ngitung. Jadi aku kasih tahu, ‘Kak tadi beli pilox berapa?’ ‘Oh Rp 15 ribu.’ ‘Oh ya udah, itu artinya modal kamu. Kira-kira bisa dapat berapa casing?’” ucap Tya.
Ia kemudian meminta Kanaka menentukan sendiri berapa keuntungan yang bisa diperoleh dan berapa uang yang harus disisihkan untuk mengembalikan modal.
“Jadi sebenarnya bukan bisnis buat dapat duit, tapi lebih ke belajar ngitung. Modalnya berapa, terus bisa dapat berapa produk, pengeluarannya berapa, nanti dia akan decide keuntungannya berapa, dia akan ngembaliin lagi modal untuk beli lagi berapa,” tuturnya.
Tak hanya melalui kegiatan usaha, Tya juga membiasakan Kanaka mencatat penggunaan uang jajannya. Setiap kali memberikan uang untuk jajan, ia meminta sang anak menuliskan uang tersebut digunakan untuk apa saja.
“Even aku pun ngasih jajan, aku minta dia bikin catatannya. Jadi hari ini uangnya dipakai buat jajan apa aja,” ungkap Tya.
Tya Ariestya Ingin Anak Terbiasa Hidup SederhanaMenurut Tya, kebiasaan tersebut dilakukan sedikit demi sedikit agar Kanaka memahami mana kebutuhan yang perlu dipenuhi dan mana pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.
“Lebih menghargai uang aja sih. Jangan menganggap uang kayak gampang. Jadi dia harus tahu mana yang perlu dikeluarkan, mana yang tidak perlu,” kata Tya.
Tya menyadari bahwa kehidupan Kanaka saat ini bisa dibilang berkecukupan. Namun, ia ingin anaknya bisa tetap terbiasa hidup sederhana dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
“Perjalanan hidup itu kan panjang. Kalau enggak dipupuk dari kecil, enggak bisa. Sebenarnya Kanaka tuh apa-apa bisa gampang, tapi Kanaka tetap belajar sesederhana mungkin sama anak-anak,” ucap Tya.
Tya juga ingin Kanaka memahami bahwa tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama. Karena itu, Tya berharap anaknya bisa bergaul dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang.
“Kita juga harus bisa dan nanti juga punya teman. Enggak semua teman-temannya juga mungkin bisa berkelebihan seperti Kanaka, alhamdulillah. Aku pengin dia bisa masuk ke semua kalangan,” ungkapnya.





