KOMPAS.com– PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) bergerak cepat memulihkan jaringan kelistrikan usai gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 06.00 WITA.
Dari pendataan awal, tercatat sebanyak 3.478 gardu distribusi dan 11 Gardu Induk (GI) sempat mengalami gangguan akibat guncangan tersebut. Hingga Sabtu pukul 11.30 WITA, tim di lapangan telah berhasil menormalkan kembali 429 gardu distribusi serta mengoperasikan 6 Gardu Induk.
Proses inspeksi dan perbaikan kini terus dilakukan secara menyeluruh, mencakup sektor pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi.
General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, mengonfirmasi bahwa PLTMG Maumere berada dalam kondisi aman dan telah difungsikan sebagai tumpuan awal penormalan sistem.
Di samping itu, pemulihan pasokan listrik difokuskan terlebih dahulu pada fasilitas-fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko penanganan bencana.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Petugas PLN di lapangan terus bekerja tanpa henti untuk menormalkan kelistrikan secepat mungkin dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan kerja," ungkap Eko.
Baca juga: Gubernur NTT Sebut 33 Orang Tewas dan 23 Luka akibat Gempa Flores, Kebutuhan Pengungsi Jadi Prioritas
Guna menjaga situasi tetap kondusif, PLN mengimbau warga NTT untuk tidak panik dan memantau pembaruan informasi kondisi kelistrikan secara berkala melalui saluran resmi, seperti aplikasi PLN Mobile, Contact Center 123, maupun kanal resmi PLN.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang