Pantau - Amerika Serikat (AS) akan menerapkan langkah-langkah baru yang disebut belum pernah dilakukan sebelumnya untuk meningkatkan tekanan dan isolasi ekonomi terhadap Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut akan diumumkan pada pekan depan sebagai bagian dari peningkatan kampanye finansial Washington terhadap Teheran.
“Pantau terus halaman ini untuk pengumuman-pengumuman selanjutnya yang akan dirilis pekan depan, karena kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah isolasi ekonomi terhadap suatu negara,” kata Bessent dalam wawancara dengan program Rob Schmitt Tonight di Newsmax, Kamis (13/8/2026).
AS Tingkatkan Tekanan Finansial terhadap IranBessent mengatakan Washington meningkatkan kampanye finansial yang dimulai setelah Presiden AS Donald Trump mengaktifkan kembali kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran pada tahun lalu.
Kebijakan tersebut kemudian diperkuat setelah peluncuran operasi militer terhadap Iran pada Februari 2026.
Menurut Bessent, Departemen Keuangan AS telah menargetkan “rekening bank, dompet kripto, dan aset-aset Iran di seluruh dunia, memutus aliran pembayaran ke para pemimpin rezim maupun pemerintah itu sendiri”.
Bessent juga merujuk pada Operation Epic Fury, yakni kampanye militer gabungan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Ia mengatakan Departemen Keuangan AS kini beralih menuju kebijakan yang disebutnya sebagai “Kemarahan Ekonomi”.
Isolasi Ekonomi dan Selat Hormuz Jadi SorotanBessent mengatakan Departemen Keuangan AS akan menjalankan kombinasi antara isolasi ekonomi dan blokade berkelanjutan terhadap Selat Hormuz.
Rencana tersebut menjadi bagian dari tekanan Washington terhadap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Pengumuman lebih lanjut mengenai langkah ekonomi yang akan diterapkan AS terhadap Iran dijadwalkan dirilis pada pekan depan.




