Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu unit helikopter pasca gempa magnitudo 7,7 guncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan helikopter tersebut untuk membantu mobilisasi bantuan logistik untuk warga.
“Kepala BNPB juga mengarahkan dukungan satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat,” kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Selain itu, pengerahan helikopter juga untuk berjaga-jaga apabila dibutuhkan untuk evakuasi.
“Dukungan udara ini menjadi penting mengingat karakteristik wilayah NTT yang terdiri atas banyak pulau dan memiliki tantangan akses antardaerah,” ungkap Berton.
Sementara itu, berdasarkan data Basarnas per 11.30 WIB, terdapat 28 orang yang menjadi korban dalam gempa tersebut.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin mengatakan dari total tersebut, 20 di antaranya adalah korban tewas.
“Jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Di antaranya 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih di dalam tertimbun reruntuhan bangunan,” kata Noer dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026). (saa/aag)




