NTB pakai cadangan pangan untuk bantu korban terdampak gempa di NTT

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menginstruksikan pemanfaatan cadangan pangan daerah yang tersimpan melalui Gudang Bulog Bima untuk membantu korban terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kami pakai cadangan pangan di Bulog Bima, sehingga lebih dekat dengan lokasi daerah terdampak gempa. Kami berkomunikasi dengan Bulog dan sudah mulai disiapkan cadangan beras," ujar dia usai menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Gempa di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Sabtu.





Iqbal mengatakan, pemanfaatan cadangan beras tersebut menjadi bagian dari langkah cepat NTB dalam menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak gempa mengingat lokasi Bima berbatasan dengan NTT.





Menurut dia, pengalaman Nusa Tenggara Barat dalam menangani bencana, terutama gempa Lombok 2018, menjadi dasar dalam menentukan jenis bantuan yang akan dikirim ke daerah terdampak di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: BNPB: Pascagempa M 7,7 di NTT, terjadi 31 kali gempa susulan





Selain bahan pangan, Pemprov NTB juga menyiapkan sejumlah peralatan pendukung seperti genset, ekskavator, serta kendaraan operasional gardan ganda untuk membantu penanganan kondisi darurat.





Berbagai bantuan tersebut diarahkan melalui pelabuhan terdekat yang aman dengan wilayah terdampak agar proses distribusi dapat dilakukan lebih cepat.





"Kebutuhan yang sangat mendesak untuk bertahan hidup ada pada seminggu pertama. Oleh karena itu, kami sebagai tetangga terdekat ingin hadir lebih dulu daripada yang lain untuk memberikan bantuan kepada mereka (korban terdampak gempa," kata Iqbal.





Pemerintah NTB menyiapkan belanja tidak terduga (BTT) untuk mendukung bantuan kepada korban gempa bumi tektonik di Nusa Tenggara Barat. Nominal bantuan tersebut sekitar Rp1 miliar.

Baca juga: Menteri PU kerahkan alat berat tangani longsoran pasca gempa NTT





Pemerintah NTB juga berkoordinasi dengan Baznas, Himpunan Bank Milik Negara, industri jasa keuangan, Pemerintah Provinsi Bali, serta komunitas masyarakat Flobamora NTT di NTB untuk menggalang bantuan dan relawan.





Iqbal berharap langkah tersebut menjadi wujud solidaritas antar daerah yang sama-sama berada di kawasan rawan bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami.





"Kami tidak lagi membedakan orang NTB, orang NTT, orang Bali, siapapun yang terdampak di sana menjadi target bantuan yang akan kami berikan," pungkas dia.





Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Barat pada 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa terjadi di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo.





Sesaat setelah gempa terjadi, BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami. Peringatan dini tsunami tersebut berakhir pada pukul 08.30 WITA setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut secara signifikan.





Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan besar yang berpusat pada titik koordinat koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur tersebut.

Baca juga: DPR sampaikan duka gempa NTT, koordinasikan bantuan-evakuasi korban






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus ISPA Tangsel Capai 124.688, Dinkes Beri Penjelasan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Makassar, Perputaran Uang Tembus Rp52,3 Miliar
• 22 jam laluharianfajar
thumb
DPR Mulai Bahas Terbatas RUU Pemilu Pekan Depan
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bangun Literasi Iptek Masyarakat, BRIN dan Media Group Perkuat Sinergi
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengamat Hukum Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 17 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.