Aktif dalam Pencarian Pesawat Jatuh, Daengtisia Rescue Terima Penghargaan dari BASARNAS

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Daengtisia Rescue menerima piagam penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) atas peran sertanya dalam Operasi SAR Gabungan pencarian dan pertolongan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan Daengtisia Rescue dalam operasi SAR sejak pesawat dinyatakan hilang kontak hingga operasi pencarian resmi ditutup. Dalam operasi tersebut, Daengtisia Rescue menerjunkan tiga personel untuk membantu proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi.

Komandan Operasi Lapangan Daengtisia Rescue, Aan Ishar, mengatakan keterlibatan tim bermula setelah pihaknya menerima informasi mengenai insiden yang membahayakan jiwa manusia melalui grup WhatsApp potensi SAR BASARNAS serta sejumlah media sosial.

“Setelah mendapat informasi adanya insiden yang membahayakan jiwa manusia, kami ikut terlibat dalam operasi. Tugas dan tanggung jawab Daengtisia Rescue selama di lapangan adalah membantu pencarian, pertolongan, serta proses evakuasi,” kata Aan.

Menurut Aan, tiga personel Daengtisia Rescue terlibat sejak awal pesawat ATR 42-500 PK-THT dinyatakan hilang kontak di kawasan pegunungan Bulusaraung hingga hari penutupan operasi pencarian.

Kondisi medan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim selama operasi berlangsung. Cuaca yang tidak kondusif dan medan pegunungan yang tergolong ekstrem menuntut setiap personel untuk menjaga kondisi fisik, keselamatan, serta kedisiplinan selama menjalankan tugas.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Aan menyebut koordinasi antarunsur yang terlibat dalam operasi berjalan dengan baik. Seluruh tim bergerak berdasarkan prinsip satu komando di bawah BASARNAS melalui Search Mission Commander (SMC).

“Koordinasi berjalan sangat baik dan disiplin melalui prinsip satu komando dari BASARNAS, yaitu Search Mission Commander,” jelasnya.

Keterlibatan dalam operasi kemanusiaan tersebut kemudian mendapat apresiasi melalui piagam penghargaan dari Kepala BASARNAS, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., CHRMP.

Aan mengaku penghargaan tersebut menghadirkan perasaan haru dan bangga, sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan di antara para relawan. Di tengah duka akibat musibah penerbangan tersebut, penghargaan itu dinilai menjadi pengakuan terhadap kontribusi para relawan yang terlibat dalam operasi kemanusiaan.

“Duka atas musibah penerbangan tersebut tentu menjadi simpati terdalam. Namun, pengakuan resmi dari negara ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi sekecil apa pun di medan kemanusiaan sangat bernilai dan berdampak bagi masyarakat,” ungkap Aan.

Sementara itu, Direktur Daengtisia Rescue, Jung Muhammad, mengatakan penghargaan dari BASARNAS diterima dengan rasa syukur, bangga, sekaligus penuh kerendahan hati. Menurutnya, apresiasi dari lembaga negara merupakan pengakuan terhadap dedikasi dan kerja keras seluruh relawan Daengtisia Rescue di lapangan.

“Bagi Daengtisia Rescue, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen dan kontribusi relawan di bidang kemanusiaan diakui secara resmi. Ini juga menjadi pendorong moral bagi kami untuk terus mengabdi tanpa pamrih,” kata Jung.

Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan menjadi titik akhir bagi Daengtisia Rescue. Sebaliknya, apresiasi itu menjadi amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai misi kemanusiaan.

Dalam setiap operasi, Daengtisia Rescue memegang sejumlah prinsip utama, yakni Safety First, kemanusiaan dan netralitas, kedisiplinan terhadap hierarki komando, serta empati dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Setiap anggota juga diwajibkan mengikuti arahan dan prosedur operasi yang berlaku dalam operasi SAR gabungan.

Jung menjelaskan, Daengtisia Rescue selama ini berupaya membangun koordinasi dengan BASARNAS, instansi pemerintah, TNI/Polri, serta berbagai potensi SAR dan organisasi relawan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap operasi dapat berjalan efektif, terorganisir, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Pasca menerima penghargaan, Daengtisia Rescue berkomitmen meningkatkan kapasitas relawan melalui pelatihan rutin, khususnya di bidang navigasi, vertical rescue, jungle rescue, dan medical first responder. Penguatan sarana dan prasarana operasi serta edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat juga menjadi bagian dari agenda pengembangan ke depan.

Daengtisia Rescue berharap kolaborasi antara BASARNAS, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta organisasi relawan semakin kuat. Salah satu upaya yang didorong adalah pelaksanaan latihan dan simulasi SAR gabungan secara berkala untuk menyamakan pemahaman dan standar operasional di lapangan serta mempercepat respons ketika terjadi kondisi darurat.

Ke depan, Daengtisia Rescue ingin terus berkembang sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif, cepat dan tanggap dalam kondisi darurat, profesional di medan sulit, serta dekat dengan masyarakat.

Jung juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kerelawanan sebagai bagian dari kehidupan sosial.

“Kemanusiaan tidak mengenal batas dan tidak bisa berjalan sendiri. Semangat kerelawanan adalah wujud tertinggi dari kepedulian sosial. Kepedulian kecil yang kita berikan bersama-sama dapat menjadi secercah harapan besar bagi mereka yang sedang tertimpa musibah,” tutup Jung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pusat Kebudayaan Indonesia Resmi Dibuka di Sri Lanka, Ada Kelas Bahasa dan Seni
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Selisih Jual dan Buyback Tembus Rp150 Ribu
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Trump dengan Tweet
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PLN: Ribuan Gardu Distribusi Terdampak Gempa M 7.7 di NTT
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penumpang Padati Bandara-Terlantar Efek Abu Gunung Ganggu Penerbangan
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.