Ziarah Budaya ke Pusuk Buhit, Hasto Selami Spiritualitas Pancasila

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SAMOSIR - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengagendakan ziarah kebudayaan dan spiritual dengan mendaki Gunung Pusuk Buhit di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Samosir.

Pendakian itu direncanakan berlangsung malam nanti, usai Hasto pada siang hari memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Jumat (15/8).

BACA JUGA: Sikap PDIP Soal Pertemuan Para Sekjen Parpol Koalisi di Rumah Sugiono

Dalam kunjungan spiritual tersebut, Hasto didampingi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Tim Hukum Johannes Oberlin Tobing, Juru Bicara Partai Aryo Seno Bagaskoro dan Mohamad Guntur Romli, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon.

Hasto menjelaskan bahwa kunjungan ke Gunung Pusuk Buhit merupakan bagian penting dari proses spiritual-ideologis partai. Dalam mitologi masyarakat Batak, puncak Gunung Pusuk Buhit diyakini sebagai tempat kelahiran Si Raja Batak atau asal-usul manusia Batak pertama.

BACA JUGA: Sekjen Partai Pendukung Prabowo Bertemu, Djarot PDIP: Berkumpul Itu Baik, Silaturahmi

"Kami akan datang ke Gunung Pusuk Buhit. Tempat ini merupakan mitologi asal-usul manusia Batak pertama yang sangat penting. Di balik cerita-cerita rakyat yang berkembang, selalu disertai filosofi, nilai-nilai moral tentang kebaikan, serta kesadaran akan Sang Pencipta alam semesta," ujar Hasto.

Menurut Sekjen PDI Perjuangan tersebut, penjelajahan nilai budaya lokal ini selaras dengan ajaran Proklamator RI Bung Karno dalam merumuskan Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Hasto menegaskan bahwa Bung Karno melihat tradisi spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat Nusantara sebagai dasar pembentukan negara yang inklusif.

"Bung Karno mengajarkan bahwa Ketuhanan di Indonesia adalah Ketuhanan yang berbudi pekerti, ketuhanan yang berkebudayaan, dan tidak boleh ada egoisme agama atau etnis. Republik Indonesia dibangun atas prinsip all for all dan one for all, semua untuk semua. Spiritualitas inilah yang harus terus kita jaga dari Tanah Samosir," tambahnya.

Selain itu, Hasto kembali mengingatkan pesan khusus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba yang telah diakui UNESCO sebagai kawasan Global Geopark. Hasto menekankan agar pembangunan fasilitas publik dan penataan ruang di Samosir hingga 100 tahun ke depan tetap memperhitungkan keseimbangan alam, ruang publik sempadan danau, serta nilai spiritual daerah setempat.

Hasto menegaskan, melalui kunjungan ke Samosir termasuk pendakian Pusuk Buhit, PDI Perjuangan menunjukkan komitmennya untuk terus membumikan Pancasila yang berakar kuat pada sejarah, kebudayaan lokal, dan kelestarian lingkungan hidup. (tan/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PMI Siap Salurkan Bantuan Masyarakat untuk Korban Gempa NTT
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Maroko Gagalkan Upaya 300 Migran yang Hendak Menyeberang ke Ceuta Spanyol
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Duka Saddil Ramdani, Rumah Orang Tuanya di Muna Barat Ludes Terbakar saat sang Pemain Menuju Bali
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Target Pertumbuhan Ekonomi 6%, Bamsoet Berikan Masukan
• 17 jam laludetik.com
thumb
BNPB: 4 Orang Luka-luka Akibat Gempa NTT M 7,7
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.