Jusuf Kalla Nilai GIHES Momentum Merumuskan Arah Masa Depan Pendidikan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mendukung penyelenggaraan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026. Kegiatan ini dinilai sebagai momentum penting untuk merumuskan masa depan pendidikan demi generasi bangsa.

"Gontor berpikir untuk ke depan, 100 tahun ke depan. Ini sangat bagus. Baru pertama kali di Indonesia lembaga pendidikan memikirkan untuk 100 tahun ke depan ke depannya bagaimana pendidikan di Indonesia, bahkan di dunia," kata JK dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.
 

Baca Juga :

Momen Jusuf Kalla Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026

JK mendukung Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) yang mulai merancang peta jalan pendidikan. Langkah ini disebut terobosan dalam dunia pendidikan.

Keterikatan JK terhadap institusi tersebut tak lepas dari sejarah panjang keluarganya. Sejak era ayahnya, Haji Kalla, keluarga besar JK sudah menaruh kepercayaan tinggi pada sistem pendidikan pesantren Gontor.

"Bagi saya dan keluarga, terutama almarhum ayah saya, Gontor selalu menjadi harapan. Tahun 70-an, waktu ayah saya masih hidup, beliau meyakini bahwa sekolah terbaik itu cuma satu, yaitu Gontor. Itulah mengapa adik-adik dan kemenakan saya banyak yang menimba ilmu di sana," ucap JK.


Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla dan Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Badan Wakaf Gontor, Hidayat Nur Wahid (tengah). Foto: Dok. Istimewa.

Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Badan Wakaf Gontor, Hidayat Nur Wahid, menyampaikan bahwa GIHES 2026 berfokus menjawab tantangan kerapuhan mental yang kini marak dialami generasi muda. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kepemimpinan dan karakter yang kuat.

"Banyak generasi muda saat ini yang sulit berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja kuat, dan lemah dalam aspek leadership. Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, di mana selama 24 jam penuh santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya," ujar Hidayat.

Ketua GIHES 2026 KH. Hadiyanto Arief menambahkan, perhelatan berskala internasional yang akan diselenggarakan pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur Jakarta ini bakal menghadirkan pembicara kunci serta pakar pendidikan dari lima benua.

"Kehadiran para tokoh global ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara nilai-nilai luhur pesantren dengan inovasi pendidikan modern, guna menciptakan ekosistem pendidikan dan kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," ucap Hadiyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Kapal Pesiar Berlogo Kemhan, Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar Wilayah Terdeteksi Tsunami Akibat Gempa 7,7 M di NTT
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Miss Earth Indonesia 2025 Putri Andriani Juficha Meninggal Dunia di Hari Ulang Tahun ke-26
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Fearless Padel Festival 2026: Saat Padel Bukan Lagi Sekadar Olahraga, tapi Jadi Gaya Hidup dan Ladang Prestasi
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.