SATP catat lima alumnus lanjutkan studi ke luar negeri dalam dua tahun

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Timika (ANTARA) - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) milik Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mencatat lima alumnus berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri dalam dua tahun terakhir.

Kepala SATP Sonianto Kuddi di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Sabtu, mengatakan dua alumnus SATP melanjutkan pendidikan ke luar negeri pada 2025, sedangkan tiga lainnya melanjutkan studi ke Amerika Serikat pada Juli 2026.

"Jadi dua lulusan tahun 2025 melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kemudian ada tiga tahun ini yang bisa menempuh pendidikan ke luar negeri, ke Amerika," katanya.

Dia menjelaskan keberhasilan tersebut salah satu indikator bahwa proses pendidikan dan pembinaan diterapkan SATP mulai memberikan hasil nyata bagi para siswa.

Ia menjelaskan SATP saat ini hanya menyelenggarakan pendidikan hingga jenjang SMP. Setelah lulus, para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, sekaligus memperkuat kemampuan akademik dan bahasa Inggris yang telah dibangun selama di SATP.

"Anak-anak yang dari sini sudah bagus dengan bahasa Inggris, kemudian ditambah lagi di SMA, maka mereka akan sangat menjadi lebih baik," ujarnya.

Baca juga: SATP kirim lima siswa berlaga di ajang OSN Papua Tengah

ia menyebutkan para alumnus yang berhasil melanjutkan pendidikan ke luar negeri tersebut berasal dari kalangan siswa Amungme, sedangkan untuk Kamoro belum ada yang tercatat dalam kelompok alumnus melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat.

Menurut dia, keberhasilan alumnus menembus pendidikan luar negeri menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pendidik dan pengasuh SATP yang setiap hari mendampingi siswa, termasuk dalam kehidupan di asrama.

"Kalau prestasi ini ada, baik secara akademik, olahraga apalagi, dan lulusan yang ke luar negeri itu menjadi suatu kebanggaan untuk kami bahwa kami bekerja itu tidak sia-sia," ucap Sonianto Kuddi.

Dia menjelaskan pola pembinaan di SATP membutuhkan keterlibatan pendidik dan pengasuh selama hampir sepanjang waktu karena kehidupan siswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan asrama.

Berbagai program yang dirancang untuk siswa membutuhkan tenaga, waktu, dan pendampingan langsung agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap menghadapi lingkungan pendidikan yang lebih luas.

"Jadi bahwa anak kami itu betul-betul menyerap apa pun yang kami ajarkan kepada mereka, sehingga mereka siap di mana pun ditempatkan," ujarnya.

Keberhasilan para alumnus, kata dia, sekaligus menjadi umpan balik bagi SATP untuk terus memperbaiki pola pendidikan dan pembinaan agar semakin banyak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"Jadi itu menjadi feedback untuk kami untuk bekerja lebih lagi," ujarnya.



Baca juga: Disdik Mimika: Bulan Bahasa di SATP upaya mencintai Bahasa Indonesia

Baca juga: SATP Timika tanamkan cinta budaya dan bahasa sejak usia dini


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anda Harus Tahu: Bannang-Bannang, Warisan Kuliner Kerajaan
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Memanas! Pihak Ruben Onsu Bongkar 3 Bentuk Intimidasi yang Diduga Dilakukan Sarwendah pada Kliennya
• 7 jam lalugrid.id
thumb
PSM Kalah Tipis 0-1 dari Borneo FC pada Uji Coba Kedua di Yogyakarta
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kabar Baik! Presiden Prabowo Subianto Targetkan Renovasi Sekolah Rampung pada Tahun 2029
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
PLN Lakukan Pemulihan Kelistrikan Pascagempa NTT
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.