Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.
Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri bergerak cepat dan serentak menangani bencana tersebut.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.
Ia menyebut penanganan di lapangan saat ini melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.
Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar, yang mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.
Baca juga: Prabowo berangkatkan 50 ribu paket sembako untuk korban gempa NTT
Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan, sedangkan lokasi pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Ia mengatakan penanganan pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat.
"Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan," ujarnya.
Ia memastikan BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah juga melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, dan tempat yang aman bagi para pengungsi.
"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," kata dia.
Ia meminta masyarakat NTT tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.
Ia memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan bencana hingga kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
"Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi," demikian Budiman Sudjatmiko.
Baca juga: Kemensos kerahkan personel dan mobilisasi bantuan tangani gempa di NTT
Baca juga: Pemerintah gerak cepat bantu penanganan darurat pascagempa M7,7 di NTT
Dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri bergerak cepat dan serentak menangani bencana tersebut.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.
Ia menyebut penanganan di lapangan saat ini melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.
Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar, yang mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.
Baca juga: Prabowo berangkatkan 50 ribu paket sembako untuk korban gempa NTT
Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan, sedangkan lokasi pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Ia mengatakan penanganan pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat.
"Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan," ujarnya.
Ia memastikan BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah juga melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, dan tempat yang aman bagi para pengungsi.
"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," kata dia.
Ia meminta masyarakat NTT tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.
Ia memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan bencana hingga kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
"Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi," demikian Budiman Sudjatmiko.
Baca juga: Kemensos kerahkan personel dan mobilisasi bantuan tangani gempa di NTT
Baca juga: Pemerintah gerak cepat bantu penanganan darurat pascagempa M7,7 di NTT





