tvOnenews.com - Jorge Martin kembali menegaskan keyakinannya memilih Yamaha untuk MotoGP 2027, meski keputusan tersebut menuai keraguan dari berbagai pihak.
Di MotoGP 2026, rider Spanyol itu saat ini memimpin klasemen semengtara bersama Aprilia setelah absen cukup lama di musim sebelumnya.
Maka dari itulah, keputusan Martin yang kini secara perlaha sedang bangkit dinilai cukup berisiko.
- Facebook/Aprilia
Apalagi Yamaha kini berada di posisi kelima klasemen konstruktor, sedangkan Aprilia menjadi salah satu kekuatan utama MotoGP.
Namun, perubahan regulasi 2027 membuat persaingan diprediksi berubah. MotoGP akan menggunakan mesin 850cc serta ban Pirelli.
Martin pun mengingatkan bahwa performa musim 2026 tidak bisa menjadi patokan mutlak untuk menentukan kekuatan setiap pabrikan.
Baru-baru ini, Martin pun buka suara menanggapi kepindahannya ke Yamaha untuk MotoGP musim depan.
"Saya percaya bahwa dalam hidup, kita harus mengambil keputusan-keputusan tertentu," ujar Martin.
"Sama seperti pada tahun 2024 saat Martin bergabung dengan Aprilia setelah Ducati memilih Marc Marquez di mana saya harus mengambil keputusan secara terburu-buru, kali ini saya memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan dengan lebih tenang dan waktu yang lebih leluasa," lanjutnya.
"Saya selalu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan apa yang terbaik bagi diri saya dan keluarga, dan saya yakin ini adalah keputusan terbaik," tegas MArtin.
Martin bahkan membandingkan keputusannya dengan ketika meninggalkan Ducati menuju Aprilia pada 2025.
"Sama seperti saat saya bergabung dengan Aprilia, orang-orang bilang itu adalah ‘sebuah bencana’ mempertanyakan ke mana arah langkah saya bersama Aprilia yang belum pernah memenangkan gelar juara sebelumnya dan kini saya memimpin klasemen kejuaraan," kata Jorge Martin.
"Tahun depan atau dua tahun lagi, biarlah orang-orang berpendapat." pungkasnya.
Martin juga berharap Aprilia tetap memberikan dukungan maksimal hingga akhir kebersamaan mereka, meski dirinya berpeluang membawa nomor satu ke Yamaha.
(akg)




