JK Ingatkan Korban Gempa NTT Bisa Bertambah karena Masih Hari Pertama Kejadian

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan bahwa korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi bertambah.

Menurut JK, data korban pada hari pertama bencana biasanya belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih ada kemungkinan warga yang tertimpa bangunan, hilang, atau belum ditemukan.

“Karena gempanya cukup besar, biasanya di awal memang sedikit yang dinyatakan meninggal. Tapi, banyak tentunya yang orang tertimpa, hilang, dan macam-macam. Pasti nanti lebih banyak dari itu,” kata JK, dikutip dari keterangan video, Sabtu (15/8/2026).

JK kemudian mengingatkan pengalaman penanganan tsunami Aceh pada 2004.

Baca juga: Update Korban Gempa NTT Pukul 18.48 WIB: 47 Orang Meninggal Dunia

Ia mengatakan, jumlah korban yang dilaporkan pada hari pertama saat itu jauh lebih kecil dibandingkan data korban setelah proses pencarian dan evakuasi berlangsung.

“Hari pertama hanya 100 orang, kemudian menjadi 5.000, kemudian menjadi 10.000, terakhir 200.000,” ungkap dia.

Karena itu, JK meminta masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan bertambahnya kebutuhan bantuan bagi warga terdampak gempa NTT.

Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), JK menyebut, organisasinya itu telah mengerahkan relawan dan menyalurkan bantuan logistik dari sejumlah gudang, termasuk dari Kupang, Bali, dan Gresik.

“Jadi (PMI) sudah beroperasi sejak awal,” ucap dia.

Baca juga: Paskibraka asal NTT Diharapkan Tetap Semangat meski Daerahnya Sedang Diterpa Gempa

JK mengatakan, kebutuhan warga terdampak tidak hanya berupa bantuan untuk korban luka dan kebutuhan medis, tetapi juga makanan, dapur umum, tenda, serta kebutuhan sehari-hari.

Ia juga menyebut kerusakan akibat gempa terjadi di sejumlah wilayah Flores.

Bahkan, fasilitas kesehatan terdampak hingga sejumlah rumah sakit harus mengevakuasi pasien.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa jumlah korban meninggal dunia itu berdasarkan data pada pukul 18.48 WIB.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Berdasarkan data sementara pada Sabtu pukul 18.48 WIB, BNPB merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang,” kata Berton dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingin Giant Sea Wall Segera Dibangun, dari Banten sampai Gresik
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BI Purwokerto Memperluas QRIS, Transaksi Banyumas Raya Tembus Rp8,57 Triliun
• 17 jam lalupantau.com
thumb
6 Pemain Persija Baru Pulang dari Piala AFF 2026 usai Bela Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Beri Perlakuan Khusus
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung Tangani Gempa NTT
• 7 jam laludetik.com
thumb
Bandara Ngurah Rai Bali Pastikan Penerbangan Rute NTT Berjalan Normal Usai Gempa
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.